08 June 2022, 16:33 WIB

Hari Laut Sedunia, KKP Genjot Produktivitas Rumput Laut di Wakatobi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar
 ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar
Petani menjemur hasil panen rumput laut 

MENTERI Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan soft launching Kampung Budidaya Rumput Laut di Desa Liya Bahari, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/6). Peresmian ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) tahun 2022 yang berlangsung hari ini.

Trenggono menuturkan, tujuan program kampung budi daya adalah untuk membantu masyarakat pembudidaya meningkatkan kualitas dan volume produk yang dihasilkan.

"Saat ini potensi kawasan yang termanfaatkan belum optimal, tahun depan kita harap bisa meningkat menjadi 450 hektare sesuai potensi yang ada," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/6).

Sebagai tahap awal, KKP memberikan bantuan lima paket kebun bibit serta sarana budidaya meliputi tali, pelampung, dan bibit hasil kultur jaringan. Bantuan akan terus ditambah sehingga target perluasan area budidaya menjadi 450 hektare pada 2023 bisa terealisasi.

KKP menerangkan, untuk mendukung lancarnya aktivitas budidaya rumput laut dengan luasan 450 hektare tersebut, paling tidak dibutuhkan 45 hektare kebun bibit.

Untuk itu, Trenggono meminta jajarannya di Ditjen Perikanan Budidaya untuk melakukan pembangunan kebun bibit dengan optimal.

"Implikasi dari optimalisasi ini tentu industri bisa hadir sehingga ekonomi masyarakat pembudidaya terus tumbuh. Dengan demikian nilai tukar pembudidaya juga bisa meningkat," ungkapnya.

Baca juga: Malang Menginisiasi Kreasi Bakso Rumput Laut

Sementara itu, Bupati Wakatobi Haliana menyambut baik atas bantuan lima paket kebun bibit yang disalurkan KKP. Menurutnya, hambatan para nelayan selama ini memang berada di bibit yang kurang berkualitas.

Dari 3.000 ton produksi, sebagian besar merupakan rumput laut jenis Eucheuma spinossum yang harganya di kisaran Rp6-8 ribu per kilogram. Sedangkan jenis Eucheuma cottonii yang harganya empat kali lebih tinggi, produksinya masih minim.

"Jika persoalan bibit ini diatasi, nilai produksi yang tadinya Rp43 miliar tentu bisa meningkat lagi," ungkapnya.

Sebagai informasi, peringatan Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi diisi dengan berbagai kegiatan. Selain soft launching Kampung Budidaya Rumput di Desa Liya Bahari, KKP menggelar aksi bersih-bersih pesisir di kampung nelayan Suku Bajo di Desa Mola Utara. Kemudian pameran produk UMKM dan kampanye Gemar Ikan.(OL-5)

BERITA TERKAIT