08 June 2022, 11:38 WIB

Indonesia Miliki Ekosistem Industri Kendaraan Listrik Pertama di Dunia


Andhika Prasetyo | Ekonomi

FOTO/Biro Pesr Istana Kepresidenan
 FOTO/Biro Pesr Istana Kepresidenan
Presiden Jokowi mengaku senang dengan tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi telah mulai berjalan.

INDONESIA kini memiliki ekosistem industri kendaraan listrik pertama dan satu-satunya di dunia yang bergerak mulai dari hulu sampai ke hilir.

Hal menggembirakan itu dapat terwujud atas kerja sama antara PT Industri Baterai Indonesia dan Konsorsium LG.

Proyek besar tersebut sekarang sudah resmi berjalan yang ditandai dengan dimulainya pembangunan pabrik komponen baterai seperti katoda dan prekursor di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6).

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam peresmian proyek itu mengaku sangat gembira. Indonesia, sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, selangkah lagi akan menjadi pemain utama yang tentu memberikan kebanggaan dan keuntungan bagi bangsa.

"Saya senang pagi hari ini tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi telah mulai berjalan. Sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, kita harapkan Indonesua akan menjadi produsen utama produk-produk barang yang berbasis nikel," ujar Jokowi di Batang, Jawa Tengah, Rabu.

Baca juga: Jokowi Harap Formula E Tarik Minat Masyarakat Pakai Mobil Listrik

Kepala negara juga menjelaskan bahwa investasi yang melibatkan perusahaan asal Korea Selatan itu merupakan sebuah upaya pembangunan ekosistem kendaraan listrik pertama di dunia.

Bersama BUMN asal Indonesia, Konsorsium LG membangun segala hal yang dibutuhkan mulai dari hulu hingga ke hilir.

"Dimulai dengan penambangan nikel, pabrik smelter, prekursor, katoda, baterai listrik, baterai pack hingga mobil listrik. Masih Ditambah lagi dengan industri daur ulang baterai. Dari hulu sampai hilir semuanya dikerjakan dalam investasi ini," jelas Presiden.

"Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Konsorsium LG yang bekerja sama dengan BUMN Indonesia atas kerja yang dilakukan," ucap mantan wali kota Solo itu.

Secara keseluruhan, nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek tersebut mencapai Rp142 triliun.

Yang menambah kegembiraan bagi Jokowi, investasi sebesar itu tidak hanya dituangkan di satu daerah saja, tetapi disebar di berbagai lokasi di Indonesia.

Penambangan nikel dilaksanakan di Halmahera, Maluku Utara. Industri pemurnian, refineri, prekursor dan katodanya di Batang, Jawa Tengah

Pabrik produksi baterai dibuat di di Karawang, dan pabrik mobil listriknya ditempatkan di Cikarang, Jawa Barat.

"Jadi semua ini tersebar. Ini sangat baik. Tidak hanya di Jawa saja tapi juga di luar Jawa banyak di bangun untuk investasinya," tuturnya.

Dari segi lepangan kerja, ekosistem kendaraan listrik itu diproyeksikan bisa menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja.

"Ini jumlah yang tidak kecil. Di mana-mana di dunia sekarang ini pembukaan lapangan kerja merupakan kunci," tandasnya. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT