07 June 2022, 16:43 WIB

Industri Kelapa Sawit Serap 16 Juta Tenaga Kerja


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara/Makna Zaezar.
 Antara/Makna Zaezar.
Pekerja menimbang buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

INDUSTRI kelapa sawit memiliki peran signifikan bagi perekonomian nasional. Maklum, penyerapan tenaga kerja di sektor ini tercatat mencapai 16 juta orang dengan kontribusi 3,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agung Yulianto dalam Pembukaan Pameran dan Talk Show Sinergi Pemberdayaan UKMK Kemenkeu Satu di Sektor Kelapa Sawit, Selasa (7/6). Sektor tersebut, lanjut dia, juga tak luput dari ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional. 

Karena itu, pihaknya menggagas program Kemenkeu Satu. Program ini merupakan upaya untuk mendukung geliat sektor usaha tersebut. Kemenkeu Satu mengedepankan sinergi untuk mendukung UMKM, tidak hanya dilakukan lintas unit eselon I, tetapi juga melibatkan special mission vehicle (SMV) yang ada di bawah Kemenkeu.

Direktorat Jenderal Pajak, misalnya, mendukung melalui keringanan perpajakan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendukung dengan program Authorized Economic Operator (AEO) yang mendorong percepatan kegiatan ekspor UMKM. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mendukung melalui kegiatan lelang sejumlah produk UMKM dan memberikan keringanan utang. Ditjen Perbendaharaan mendukung dari sisi permodalan baik melalui kredit usaha rakyat (KUR) maupun kredit ultramikro.

Baca juga: Dunia Berpotensi Alami Krisis Keuangan

Melalui program tersebut diharapkan sektor UMKM kelapa sawit dapat bergeliat dan bertumbuh. Terlebih, imbuh Agung, UMKM masih berperan penting bagi perekonomian Indonesia. "Jumlah UMKM di indonesia mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB 61,07%, sangat signifikan," tuturnya.

"Serapan tenaga kerja UMKM mencapai 99% dari total pelaku usaha di Indonesia. Ketahanan dan kemajuan perekonomian Indonesia tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya UMKM," tambah Agung. (OL-14)

BERITA TERKAIT