06 June 2022, 20:47 WIB

Kementerian PUPR Segera Rampungkan Pembangunan Bendungan Semantok


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

DOK Kementerian PUPR
 DOK Kementerian PUPR
Ilustrasi pembangunan bendungan. 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Menelan biaya Rp1,17 triliun, progres salah satu program strategis nasional ini telah mencapai 90% dan ditargetkan mulai pengisian awal (impounding) pada akhir Juni 2022.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan, pembangunan bendungan akan terus dilanjutkan dengan infrastruktur irigasi dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. "Pembangunan jaringan irigasinya dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Basuki dalam keterangan yang diterima, Senin (6/6).

Pembangunan Bendungan Semantok dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sungai Brantas, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR melalui 2 paket pekerjaan. Paket pertama oleh kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya – PT Pelita Nusa Perkasa, KSO, dan paket 2 menggandeng PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangunnusa, dengan nilai kerja sama operasional (KSO) sebesar Rp1,17 triliun.

Bendungan yang berlokasi di Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso Nganjuk ini didesain memiliki kapasitas tampung sebesar 32,67 juta m3 yang bersumber dari aliran Sungai Semantok.

Bendungan yang dilengkapi jaringan irigasi dapat berfungsi sebagai penyalur air pada saat musim kemarau guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan seluas 1.900 hektare (ha). Dengan begitu, kehadiran bendungan diyakini PUPR meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut.

Dengan luas area genangan 365 hektar, manfaat lain Bendungan Semantok adalah untuk mereduksi risiko banjir sebesar 137 m3/detik pada wilayah hilir yang dialiri Sungai Semantok saat musim hujan. Sungai Semantok sendiri memiliki panjang sekitar 18,19 km dan daerah tangkapan air sekitar 54.032 km2 memiliki volume aliran masuk rata-rata 64,77 m3/tahun.

Kehadiran Bendungan Semantok juga dapat berfungsi sebagai upaya pemeliharaan sungai di wilayah hilir bendungan sebesar 30 liter/detik serta penyedia air baku sebesar 312 liter/detik untuk Kecamatan Rejoso.

PUPR menerangkan Bendungan Semantok mulai dibangun sejak Desember 2017 dengan tipe zonal inti tegak yang memiliki tinggi 38,5 meter dan panjang puncak bendungan 3.100 meter.

Dengan selesainya Bendungan Semantok, nantinya akan menambah daftar bendungan yang berada di Jawa Timur, di antaranya Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro. (OL-15)

BERITA TERKAIT