02 June 2022, 16:20 WIB

Insentif Fiskal untuk Impor Alkes Berakhir Tahun Ini


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Petugas kargo membawa envirotainer berisi vaksin covid-19.

KEMENTERIAN Keuangan menyatakan pemberian insentif fiskal importasi untuk jenis barang berupa alat kesehatan (alkes) akan berakhir pada akhir 2022. 

Hal tersebut seiring dengan penurunan kasus covid-19 di Tanah Air. Pada tahun ini, pemanfaatan fasilitas impor penanganan covid-19 sebesar Rp893 miliar.

Terdiri dari fasilitas impor vaksin sebesar Rp719 miliar dan fasilitas impor alkes sebesar Rp174 miliar. "Kemungkinan besar di akhir tahun ini fasilitas tersebut aan dicabut, karena kasus (covid-19) sudah turun," jelas Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Untung Basuki, Kamis (2/6).

Baca juga: Kemenkes Targetkan Kemandirian Alkes dan Farmasi pada 2024

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.04/2021, Bea dan Cukai memberikan fasilitas pembebasan bea masuk atas impor barang kebutuhan penanganan covid-19. Melalui pemberian insentif, biaya impor akan berkurang.

Untuk jenis alat kesehatan yang selama ini diimpor untuk penanganan pandemi covid-19, yaitu Reagent PCR, masker N95, ventilator, oksigen konsentrator pakaian pelindung, hingga obat-obatan.

Baca juga: Nilai Ekspor Lewat Fasilitas KITE IKM Tembus US$43 Juta

Dengan berakhirnya pemberian insentif fiskal melalui fasilitas kepabeanan tersebut, pemerintah dan stakeholder akan mengoptimalkan produk dalam negeri. "Kita bersama Kemenkes dan BPOM, agar produk yang dibutuhkan ini tidak perlu diimpor, tapi disuplai dalam negeri," imbuhnya.

Untuk insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor vaksin, Bea Cukai melihat ada penurunan jumlah stok. Hal ini karena sudah banyak masyarakat yang divaksin covid-19 dosis lengkap.

"Data sampai April ini, kecenderungan impor vaksin itu menurun. Ini tentu selaras dari sisi suplai kebutuhan vaksin dan ketersediaan vaksin kita cukup banyak," pungkas Untung.(OL-11)

BERITA TERKAIT