02 June 2022, 05:45 WIB

Saham Jerman Rugi Lagi Dihari Kedua


mediaindonesia.com | Ekonomi

dok.ant
 dok.ant
Suasana di Bursa Efek Frankfurt 

SAHAM-saham Jerman kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu atau Kamis WIB (2/6/2022), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergelincir 0,33 persen atau 47,88 poin, menjadi menetap di 14.340,47 poin.

Indeks DAX 40 jatuh 1,29 persen atau 187,63 poin menjadi 14.388,35 poin pada Selasa (31/5/2022), setelah bertambah 0,79 persen atau 113,79 poin menjadi 14.575,98 poin pada Senin (30/5/2022), dan melonjak 1,62 persen atau 230,90 poin menjadi 14.462,19 poin pada Jumat (27/5/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 14 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 26 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Zalando SE, sebuah perusahaan jasa penjualan daring aksesoris fesyen mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh anjlok 6,58 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen dan pemasaran peralatan dan komponen elektronik presisi Jerman Sartorius AG yang terperosok 5,86 persen, serta perusahaan jasa pengiriman paket dan manajemen rantai pasokan multinasional Jerman Deutsche Post AG kehilangan 3,18 persen.

Di sisi lain, Porsche Automobil Holding, sebuah perusahaan induk yang menawarkan pengembangan, produksi, dan penjualan mobil bersama dengan layanan keuangannya, melonjak 4,05 persen, merupakan pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham Bayerische Motoren Werke AG, biasa disebut BMW, sebuah perusahaan multinasional Jerman yang memproduksi kendaraan mewah dan sepeda motor yang terangkat 2,11 persen, serta perusahaan produsen otomotif multinasional Jerman Volkswagen AG melemah 2,02 persen. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Dua Perusahaan Inggris Merger Menjadi Raksasa Energi di Afrika

 

BERITA TERKAIT