01 June 2022, 22:31 WIB

Kementerian PUPR Sepakati Paket Pembelian Produk Dalam Negeri Rp778 Miliar


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Dok. Kementerian PUPR
 Dok. Kementerian PUPR
Pameran dalam Bussiness Matching tahapo III yang digelar Kementerian PUPR

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyepakati empat komitmen pembelian paket dalam negeri (PDN) sebesar Rp779 miliar dalam forum Business Matching (Temu Bisnis) Tahap III, Selasa (31/5). 

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yudha Mediawan mengatakan, dilakukan penandatanganan komitmen belanja PDN antara direktorat teknis, penyedia, dan produsen material peralatan konstruksi utama.

Paket terdiri dari kontrak proyek pembangunan indoor multifunction Stadium dalam rangka kejuaraan Dunia Bola Basket 2023, Paket Pembangunan Rumah Susun Bertingkat Tinggi Mahkamah Agung, 

"Revitalisasi Danau Archipelago di TMII, serta preservasi Jalan Pandeglang-Rangkasbitung-Cigelung," kata Yudha dalam siaran pers yang dikutip Rabu (1/6). 

Ia menjelaskan, tujuan utama temu bisnis tahap III adalah mengejar target capaian nilai kontrak pembelanjaan Produk Dalam Negeri (PDN) pada akhir Mei 2022 minimal sebesar Rp400 triliun. 

Berdasarkan data LKPP, per 23 Mei 2022, realisasi belanja PDN melalui pengadaan barang/jasa yang telah terkontrak serta e-purchasing mencapai Rp150,2 triliun.

Baca juga : Menteri Singapura Kunjungi Kawasan Transportasi Multimoda Pertama di Jabodetabek

"Angka itu masih sekitar 37,6% dari target Rp400 triliun," terangnya. 

Untuk mengejar target Rp400 trilun, Yudha menyebutkan, strategi penyelenggaraan Temu Bisnis Tahap III ini dibagi menjadi 2 sesi. Pertama pada 23-27 Mei 2022 dilakukan temu bisnis secara daring dan kedua diadakan temu bisnis pada 30-31 Mei 2022.

"Laporan temu bisnis K/L dan BUMN secara daring yang sudah diterima per 30 Mei 2022 adalah sebesar Rp75,6 triliun," beber Yudha.

Adapun rincian jumlah itu ialah Rp58,5 triliun untuk Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan sebesar Rp15 triliun, Kementerian Keuangan dengan Rp2 triliun, BUMN sebesar Rp76 miliar.

Yudha menyatakan, dalam temu bisnis tahap III dilaksanakan kegiatan pameran yang diikuti oleh 11 BUMN, 30 UMKM dari sektor pertanian, alat kesehatan, IT dan kuliner, 58 perusahaan industri farmasi dan alat kesehatan, serta 5 asosiasi bidang konstruksi yang akan menampilkan produk dalam negeri yang dimiliki oleh produsen anggotanya. (OL-7)

BERITA TERKAIT