31 May 2022, 19:44 WIB

EBT Masih Sulit Diakselerasi, IESR : Segera Pensiunkan PLTU


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
PLTU Suralaya di Banten

DIREKTUR Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengungkapkan, Indonesia masih kesulitan mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) karena terbentur dengan proyek penggunaan PLTU batu bara untuk pembangkit listrik.

Ia mengungkit masalah itu dibebani dengan adanya program pembangkit listrik berkapasitas 35 gigawatt (GW) dari PLN yang telah memasuki masa konstruksi dan akan segera beroperasi.

"Di Indonesia tantangan hari ini adalah akselerasi (EBT) belum terjadi karena masih punya beban pada program 35 GW. Itu salah memproyeksikan pertumbuhan listrik, sehingga sekarang terjadi over capacity," ujarnya dalam webinar Energy Summit 2022, Selasa (31/5). 

Dengan menargetkan menggunakan pembangkit listrik yang menggunakan energi bersih mulai 2030, pemerintah atau melalui PLN mau tidak mau harus mulai mempensiunkan dini PLTU batu bara. 

Keinginan itu juga telah diutarakan pemerintah Indonesia pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim ke-26 di Glasgow Skotlandia atau COP26 tahun lalu sebagai tekad dalam transisi energi. 

Baca juga : Kementan Gelar Pengobatan Sapi Gejala Klinis PMK di Malang

"Indonesia harus sedapat mungkin mengurangi pembangkit fosil, yang mana pemerintah menyatakan di Glasgow akan mengurangi 9,2 GW sebelum 2030. Masih ada delapan tahun lagi," ujar Fabby. 

"Kalau ini tidak dilakukan mengingat pengembangan EBT bergantung pada PLN, maka kita sulit mengakselerasi ini. Akselerasi EBT merupakan kuncinya," tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President Divisi Energi Baru dan Terbarukan PLN Cita Dewi tidak mendetailkan roadmap dalam pensiunan dini PLTU batu bara milik perusahaan negara.

Ia hanya berujar bahwa PLN akan memverifikasi dulu mana saja PLTU yang masuk kriteria dalam early retirement pembangkit listrik. 

"Ini masih dalam evaluasi. Kami akan buat kriteria PLTU apa yang sesuai dengan tahapan ini. Kita tunggu saja, itu sudah masuk peta jalan PLN. Kita komit dengan rencana early retirement tersebut," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT