31 May 2022, 13:55 WIB

Asia Multidana Dukung Pensiunan Atlet Sepak Bola Bangun Usaha


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Kiri-kanan Kosmas Chandra, Angga Wirastomo, Adrian Dwitomo, dan dr. Michael S Rampangilei.

SEPAK bola merupakan bisnis yang besar. Namun sering kita lihat atlet-atlet sepak bola setelah gantung sepatu tidak tahu pekerjaan yang harus digeluti. Padahal mereka dapat menjadi pengusaha di bidang tersebut.

"Dengan fakta itu, kami berharap bisa membuka wawasan, cara pandang, dan pola pikir atlet atau insan sepak bola untuk bisa menjadi entrepreneur. Ini karena sepak bola merupakan dunia yang besar dari hulu sampai ke hilir. Tentu ini tanpa mengurangi keprofesionalan mereka," ujar Direktur Utama PT Asia Multidana, Kosmas Chandra, dalam diskusi From Football to Entrepreneur di Jakarta, Senin (30/5). 

Ia berharap diskusi itu dapat memberikan gambaran soal peluang bisnis pada dunia sepak bola. Menurutnya, sepak bola merupakan lapangan bisnis besar, baik bagi pemain maupun fans. Salah satu bentuk dukungan perusahaannya yang bergerak di sektor pembiayaan yakni menyediakan dana bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. 

"Yang pasti kalau ingin memulai jadi entrepreneur, pasti ada hubungan dengan pendanaan. Di luar skill dan mental untuk menjadi seorang entrepreneur, pasti harus ada support dari pendanaan," ungkap Kosmas. "Sebagai perusahaan pembiayaan, kami mau menjadi pionir atau mengajak perusahaan-perusahaan pembiayaan untuk bisa melihat atau membantu seluruh masyarat, terutama insan sepak bola. Siapa yang mau menjadi entrepreneur, mungkin kita bisa support dari sisi pendanaan." 

Dalam diskusi itu, Asia Multidana kemudian menghadirkan penggiat sekaligus stakeholders sepak bola yang memiliki pengalaman dan sepak terjang di dunia kewirausahaan di antaranya mantan pemain Timnas Indonesia Hamka Hamzah, Wakil Ketua Umum Hipmi Jaya Adrian Dwitomo, Wakil dan Ketua Umum Hipmi Jakarta Utara dr. Michael S Rampangilei. Memiliki dan membesarkan bisnis sepatu sepak bola, Hamka berbagi pengalamannya tentang mendirikan bisnis serta membagikan inspirasi terhadap peserta yang hadir soal bagaimana melihat peluang bisnis dari dunia sepak bola.

"Kalau kita ingin membuka usaha, harus dijalankan. Jangan cuma ide, karena ide kan banyak. Entah itu kita untung atau rugi, yang penting kita sudah menjalankan. Kita sudah bisa melihat peluang dari usaha sendiri, saat sudah menjalankannya," ucap Hamka. "(Untuk pemain) Kalau hanya mengandalkan pekerjaan utama kita, saya rasa akan sulit untuk menghidupi keluarga nanti. Jadi kalau memang punya modal berapa pun, beranilah untuk usaha walaupun kecil-kecilan. Ini karena dari kecil bisa menjadi bukit."

Michael S Rampangilei membahas para pengusaha muda melihat potensi bisnis yang bisa lahir lewat berbagai elemen dalam sepak bola. "Kalau kita perhatikan sebetulnya di dunia sepak bola ini banyak peluang usaha seperti jersey, sepatu bola, lapangan futsal, atau olahraga lain. Melihat dari skill yang lebih besar lagi, sekarang banyak pengusaha atau selebritas yang mengakuisisi tim sepak bola," ujar Michael. "Di negara ini, sepak bola punya penonton atau penggemar yang banyak. Tidak ada habisnya soal peluang di dunia sepak bola."

Dari Jersey Forum yang diwakili oleh Angga Wirastomo dan Rizki Ananda membagikan pengalamannya tentang memaksimalkan kecintaan pada dunia sepak bola, tetapi menghasilkan keuntungan. Seperti emas maupun barang lain, jersey, menurut Angga, dapat menjadi investasi yang ikut menguntungkan. Namun, jersey tersebut harus memiliki kisah atau sejarah tersendiri, jika mau bernilai lebih tinggi.

"Kalau jersey sebagai investasi, bisa iya dan tidak. Ini mengacu pada investasi yang berharap mendapat keuntungan setelah pembelian awal. Ada beberapa hal yang harus terpenuhi," ujarnya. "Berdasarkan pengalaman yakni jersey yang punya sebuah insiden. Misalnya saat Erik Cantona melakukan tendangan pada fans Leicester. Itu menjadi jersey-jersey yang ketika beli dulu mungkin belum seberapa, tetapi saat ini itu sudah wah," urai Angga. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT