29 May 2022, 19:17 WIB

Siemens akan Investasi Proyek EV hingga PLTS di Indonesia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/Lilik Dharmawan
 MI/Lilik Dharmawan
Ilustrasi: Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) beroperasi di kawasan Pantai Cilacap, Jawa Tengah. 

PERUSAHAAN teknologi dan elektronik asal Jerman, Siemens, akan berinvestasi proyek kendaraan listrik (EV) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia.

Hal ini diketahui usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama jajaran bertemu dengan CEO dua perusahaan besar asal Jerman, Siemens Energy dan HMS Bergbau AG di Jerman dari 26-27 Mei

"Ini tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada Maret lalu tentang pembahasan kerja sama Siemens dengan Pertamina Power soal energi terbarukan di Indonesia," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam rilisnya.

Kolaborasi dengan Siemens dibutuhkan Indonesia untuk mendukung pengembangan teknologi PLTS, smart grid, energy storage, teknologi pengembangan hidrogen, hingga kendaraan listrik.

Agung menambahkan, diharapkan Nota Kesepahaman antara Siemens dengan Pertamina Power dapat ditandatangani pada saat momentum G20 Energy Transition Ministerial Meeting di Bali pada September.

Pada pertemuan tersebut, Menteri ESDM mengungkapkan Indonesia terus mendorong investasi di bidang energi terbarukan dan berkomitmen dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat lagi.

Baca juga:  Penerapan EBT Hadapi Tantangan, Indonesia Dorong Kolaborasi

Pada 2030 di Indonesia target penambahan pembangkit hanya dari sumber EBT, termasuk hidrogen akan didorong ke depannya. Di 2060 suplai listrik di Indonesia sepenuhnya akan disokong EBT.

"Menteri ESDM juga menyampaikan apresiasi kepada Siemens dan menantikan partisipasi Siemens Energy dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia," kata Agung.

Siemens Energy juga menyampaikan ketertarikannya untuk mendukung pengembangan sektor energi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Siemens Energy dilaporkan memiliki pengalaman untuk pengembangan kota baru di Mesir, tidak hanya dalam hal pengembangan energi terbarukan, namun juga pengembangan fasilitas pendidikan dan fasilitas bagi peningkatan kapasitas SDM pendukung.(OL-5)

BERITA TERKAIT