27 May 2022, 20:16 WIB

CrediBook Gandeng Universitas Warmadewa Dukung UMKM Berbasis Digital


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara/Muhammad Adimaja.
 Antara/Muhammad Adimaja.
Ilustrasi UMKM berjualan melalui media sosial.

LITERASI keuangan dan digital menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan keuangan secara manual sehingga tidak memiliki laporan keuangan yang rapi.

Rektor Universitas Warmadewa Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. menyampaikan itu saat melakukan kesepakatan kerja sama dengan CrediBook untuk mewujudkan pengabdian masyarakat berbasis digital bagi UMKM. Ini merupakan bagian dari tugas civitas akademis untuk memberikan edukasi dan sosialisasi, termasuk melalui kerja sama dengan industri. 

"Oleh karena itu, kami sangat mendukung sekolah vokasi yang merupakan salah satu program studi kami menggandeng CrediBook dalam memberikan pendampingan pelatihan akuntansi berbasis digital untuk memudahkan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan. Sekolah vokasi yang saat ini terdiri dari tiga program studi yaitu Akuntansi Perpajakan, Sistem Informasi Akuntansi, dan Ilmu Teknologi Komunikasi memerlukan banyak dukungan dari industri dan dunia kerja guna mencetak sarjana terapan yang siap secara praktik dan teori dunia kerja dan usaha. Kegiatan ini sangat positif bagi perkembangan civitas akademika," tambah Rektor Universitas Warmadewa,. 

Penandatanganan nota kesepahaman itu berlangsung di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, oleh CEO & Co-Founder CrediBook, Gabriel Frans, dan Rektor Universitas Warmadewa, Dewa Putu Widjana, serta disaksikan oleh Kepala UPTD Diklat Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Joniarsa, Kamis (26/5). Pergelaran pertama kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema Peran Digital dalam Strategi Pengelolaan Keuangan UMKM yang dihadiri oleh 200 pelaku usaha secara offline dan daring. Peserta terdiri dari mahasiswa dan pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali yang telah dikurasi oleh PLUT-KUMKM Provinsi Bali.

Pada kesempatan yang sama, CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans mengatakan kerja sama antara CrediBook dan Universitas Warmadewa ini penting untuk mengombinasikan potensi yang bisa dilakukan bersama dalam menjawab tantangan UMKM. "Kerja sama ini akan memberikan pemahaman yang lebih holistik bagi pelaku UMKM. Akademisi Universitas Warmadewa menyediakan materi pengelolaan keuangan dari sisi keilmuan dan CrediBook memudahkan praktiknya lewat salah satu layanan kami yakni aplikasi pembukuan digital," ungkap Gabriel. Aplikasi pembukuan digital yang dikembangkan CrediBook memudahkan pelaku usaha dalam mencatat dan memantau keuangan usahanya secara real-time serta memiliki laporan keuangan yang rapi melalui handphone.

Kepala UPTD Diklat Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Joniarsa turut memberikan apresiasi kepada CrediBook atas kolaborasi ini. "Kegiatan pengabdian masyarakat ini hadir pada momentum yang tepat untuk mendorong kesiapan UMKM untuk pulih dari pandemi. Terlebih, pemerintah sudah memulai tahapan pelonggaran masker. Pelaku UMKM perlu mempersiapkan rencana bisnisnya dengan memperbaiki pengelolaan keuangannya," ujar Wayan.

Wayan menambahkan kerja sama CrediBook dengan Universitas Warmadewa diharapkan dapat meningkatkan literasi digital dan keuangan secara beriringan. "Dengan memanfaatkan aplikasi CrediBook, pelaku UMKM bisa mencatat dan memantau
transaksi bisnisnya serta memperluas akses permodalan dengan memiliki laporan keuangan yang rapi. Semua ini bisa diakses secara mudah di handphone saja," tambah Wayan.

Baca juga: Inflasi Zimbabwe Melonjak ke 131,7%

Lebih lanjut Rektor Universitas Warmadewa menegaskan bergabungnya CrediBook sebagai mitra strategis pihaknya merupakan langkah awal untuk menghasilkan kolaborasi lain terutama mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis akuntansi dan teknologi. Untuk diketahui, saat ini layanan CrediBook terdiri dari aplikasi pembukuan digital serta layanan grosir digital, CrediMart. Dalam operasionalnya, CrediMart bekerja sama dengan toko grosir konvensional untuk menyediakan berbagai kebutuhan dagang bagi peritel. CrediMart tersedia di 40 kota di Indonesia dan akan terus memperluas area operasional dan kategori produk yang ditawarkan. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT