27 May 2022, 16:35 WIB

HIPMI Berkontribusi Cetak Pengusaha dan Pemimpin Muda


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara
 Antara
Ketua Umum HIPMI Mardani H Maming

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berusia 50 pada tahun ini. Dalam kurun waktu tersebut, HIPMI dinilai mampu memberikan kontribusi penting bagi kemajuan perekonomian Indonesia melalui berbagai programnya. HIPMI bukan saja mencetak para entrepreneur, tapi juga melahirkan pemimpin muda di negeri ini.

Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming, HIPMI adalah kawah candradimuka para pengusaha muda, yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kemampuan para kadernya untuk menjawab tantangan zaman.

“HIPMI selalu membekali kader-kadernya melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan skill yang memadai dapat mendorong terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, berkualitas dan berdaya saing, serta melek teknologi dan informasi,” kata Mardan, Jumat (27/5).

Pendirian organisasi ini, lanjut Mardani, dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda. 

Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi pada 1998, HIPMI yang didirikan pada 10 Juni 1972 oleh Abdul Latief ini, tidak saja sukses mencetak kader pengusaha, tapi juga melahirkan para pemimpin muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. 

Saat ini setidaknya ada empat mantan ketua umum HIPMI yang menjadi menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-Maruf Amin. Empat menteri yang dimaksud ialah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

"Dalam  50 tahun, HIPMI banyak melahirkan bukan saja entrepreneur-entrepreneur muda, juga pemimpin-pemimpin muda. Kami ingin membuktikan bahwa HIPMI adalah organisasi yang hebat dan kader-kadernya siap menjadi pengusaha dan pemimpin-pemimpin masa depan,” tandas Mardani 

Selain itu, lanjut Mardani, HIPMI juga ikut serta memantau kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. HIPMI mencermati perkembangan situasi perekonomian Indonesia, dan memandang perlu menyikapi serta mengambil langkah-langkah strategis. Seperti membuka akses pasar global bagi UMKM, mendorong digitalisasi para pengusaha dan melahirkan pengusaha dari berbagai lembaga pendidikan seperti pesantren, perguruan tinggi hingga sekolah menengah atas. 

"Hipmi dilatarbelakangi oleh Konferensi Kadin ASEAN yang bertujuan agar kelak dapat sejajar dengan pengusaha muda lainnya di tingkat internasional. HIPMI terus melakukan usaha-usaha demi menggerakkan sektor perekonomian bangsa. Salah satu usaha HIPMI adalah ikut aktif dalam sektor UMKM dengan memberikan modal," tandasnya.

Sebagai Ketua Umum HIPMI, Mardani H Maming menegaskan melanjutkan perjuanga tersebut.

“Ini sesuai dengan motto HIPMI, yaitu Pengusaha Pejuang - Pejuang Pengusaha, yang bermakna bahwa kader-kader HIPMI tidak saja diharapkan menjadi pengusaha nasional yang tangguh tetapi juga menjadi pengusaha yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap tuntutan nurani rakyat,” tandasnya 

Ia menambahkan, saat ini jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 3,4 persen. Angka ini masih kurang untuk menjadi syarat sebagai negara maju. Karena untuk menjadi negara maju, Indonesa membutuhkan jumlah pengusaha 12 hingga 14 persen.

"Saya berharap perjuangan HIPMI mencetak para entrepreneur atau pengusaha muda ini, dapat terus dilanjutkan dari tahun ke tahun. Sehingga jumlahnya terus bertambah banyak. Hingga pada masanya Indonesia akan menjadi negara maju,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT