26 May 2022, 20:00 WIB

Schneider Electric dan Ericsson Tertarik Kembangkan 5G di RI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Menkominfo Johnny G. Plate

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengungkapkan, perusahaan elektrik asal Prancis Schneider Electric menunjukkan minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk perusahaan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson tertarik mengembangkan 4G dan 5G.

Hal ini disampaikan usai pertemuan mitra bisnis dalam rangkaian acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (25/5)

“Ericsson sudah lama dan mengetahui betul tentang Indonesia, establish-nya di Indonesia juga sudah lama sekali. Jadi mereka sangat berminat, karena mengetahui potensi ekonomi digital Indonesia yang tinggi," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (26/5).

Johnny menyebut, valuasi ekonomi digital Indonesia hingga 2030 diperkirakan mencapai US$315 miliar, yang dianggap menjadi daya tarik bagi investor.

Menkominfo mengklaim kebijakan pemerintah Indonesia mengenai transisi energi berkelanjutan dan transformasi digital nasional mendapatkan perhatian dan minat dari industri global.

Melalui Kongres World Economic Forum, ia menjelaskan ada minat besar dari industri global yang melihat potensi Indonesia di bidang transisi energi dan ekosistem teknologi digital.

Mitra bisnis yang sudah lama mengenal Indonesia, lanjut Johnny, berminat untuk mengambil bagian dalam kebijakan dan rencana besar pemerintah melakukan transisi energi menuju ke energi yang berkelanjutan dan transformasi digital.

"Saya kira pertemuan di World Economic Forum ini banyak manfaatnya dalam rangka mempromosikan Indonesia sebagai negara yang sangat ramah untuk investasi,” jelasnya.

Menkominfo menyatakan potensi kerja sama dengan mitra perusahaan global itu diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikatakan memiliki valuasi di atas rata-rata.

“Pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, pada kuartal pertama mencapai 5,01% tentu ini yang menarik minat investasi. Juga dukungan-dukungan dalam rangka untuk pembiayaan infrastruktur khususnya pembiayaan hijau,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT