25 May 2022, 17:00 WIB

Pertemuan Tahunan GTF Jadi Tonggak Baru Kebangkitan Industri Pariwisata


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Acara launching Global Tourism Forum Annual Meeting 2022 di Pullman Hotel Jakarta, Rabu (25/5).

INDONESIA menjadi tuan rumah perhelatan akbar Global Tourism Forum (GTF) Annual Meeting 2022 yang akan diselenggarakan di Bali, November 2022 mendatang.
 
"Global Tourism Forum Annual Meeting merupakan event terbesar dalam skala GTF. Pertemuan tahunan GTF ini akan menghadirkan lebih dari 500 delegasi yang terdiri atas sejumlah besar eksekutif industri pariwisata, investor, dan pejabat tinggi dari banyak negara di seluruh dunia," jelas Chairman Indonesia Tourism Forum (ITF) Sapta Nirwandar dalam peluncuran GTF Annual Meeting di Pullman Hotel Jakarta, Rabu (25/5).
 
Selain Sapta, peluncuran GTF Annual Meeting dihadiri pula oleh Mr Bulut Bagci President World Tourism Forum Institute (WTFI) dan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani, serta para pimpinan asosiasi pelaku industri pariwisata.
 
Dalam sambutannya secara virtual Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengundang investor dunia, pelaku industri pariwisata, dan seluruh stakesholder terkait untuk menyukseskan acara ini. Seperti dinyatakan Sandiaga bahwa pemilihan Bali sebagai venue oleh WTFI merupakan pilihan yang sangat tepat dan dapat menjadi tonggak kebangkitan pariwisata Indonesia.
 
Kedatangan Presiden WTF Mr Bulut Bagci dan timnya ke Jakarta selain untuk menghadiri acara launching GTF Annual Meeting 2022 sekaligus akan melakukan site inspection pada beberapa fasilitas di Bali yang dipandang tepat sebagai venue. Selama beberapa hari, tim WTF akan tinggal di Bali.

Diharapkan, GTF Annual Meeting 2022 di Bali akan dihadiri lebih dari 500 peserta dari seluruh dunia. WTFI akan mengundang para investor dunia untuk datang dan memberikan perhatian pada pembangunan pariwisata dunia dalam upaya kebangkitannya kembali.
 
Kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman masih kuat dan menjadi dasar terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan GTF 2022.
 

Baca juga: Pelonggaran Pariwisata Dorong Peningkatan Pemesanan Tiket Perjalanan


"Pertemuan tahunan GTF akan menjadi tonggak baru kebangkitan industri pariwisata Indonesia. Kami berharap dengan berkumpulnya para pemain terbaik dan orang-orang paling strategis di industri pariwisata akan memicu kebangkitan pariwisata global, khususnya Indonesia. Bukan hanya sembuh bersama, tapi kami juga pulih lebih kuat," kata Sapta penuh optimistis.
 
Acara pertemuan tahunan GTF ini diselenggarakan oleh ITF bekerja sama dengan World Tourism Forum Institute (WTFI) dan didukung penuh oleh Kemenparekraf RI, Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh asosiasi industri pariwisata.
 
Sapta bersyukur pada pemerintah yang mampu mengatasi pandemi covid-19 dengan baik sehingga kasus menurun signifikan. "Tahun ini akan sangat menarik karena mayoritas delegasi dari acara-acara bergengsi ini akan datang ke Bali. Back to back dengan G20, pada November 2022 ini, kami berharap semangat Recover Together Recover Stronger juga akan dibenamkan dalam Pertemuan Tahunan Forum Pariwisata Global 2022. Semua mata dunia akan mengarah ke Indonesia, dan tertuju ke Bali," kata Sapta.
 
Mantan Wakil Menteri Pariwisata ini mengungkapkan bahwa pertemuan tahunan GTF memainkan peranan penting dalam menarik investasi langsung ke dalam negeri. "Karena itu, event GTF menjadi sangat penting terutama saat awal pemulihan industri pariwisata kita pascapandemi. Ini kesempatan kita memberi layanan terbaik untuk dunia," tambahnya.

Lebih lanjut Sapta juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf di bawah kepemimpinan Sandiaga Uno atas dukungan yang telah diberikan kepada ITF dan WTFI.

"Saya ingin mengapresiasi tindakan cepat pemerintah dalam menerapkan protokol CHSE dalam industri pariwisata sebagai peraturan selama pandemi. Hal ini tidak hanya mencegah penularan virus tetapi juga di beberapa titik meningkatkan standar kebersihan di industri pariwisata yang sangat penting untuk menarik pengunjung," pungkas Sapta. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT