23 May 2022, 10:28 WIB

Kemenparekraf Perkuat Rantai Pasok UMKM di Bali


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Pedagang melayani pembeli dalam pasar murah di Denpasar, Bali, Selasa (8/9).  

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan penguatan rantai pasok bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Bali.

Bersama Pertamina, Telkom, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Kemenparekraf menggelar pra temu bisnis pelaku usaha hotel dan restoran dengan para pelaku UMKM bidang ekonomi kreatif, Jumat (20/5).

"Penguatan rantai pasok ini juga harus dengan melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir, yang memerlukan kolaborasi yang kuat,” kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Henky Manurung dalam rilis resmi, Senin (23/5).

Ia menyebut, penguatan rantai pasok ini penting karena UMKM sebagai penyokong perekonomian nasional yang mampu menyerap 97% lebih tenaga kerja di Indonesia.

Kemenparekraf menyambut baik langkah Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Politeknik Pariwisata Bali, Pertamina, dan Telkom yang memperhatikan upaya pengembangan UMKM.

“Mari kita mengawal kegiatan pra temu bisnis ini karena UMKM adalah backbone perekonomian Indonesia," kata Henky.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menyampaikan, ada tahapan yang harus dilakukan dalam penguatan rantai pasok Industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pertama, soal tahap supply, tahap demand, tahap matchmaking atau pencocokan dan terkait terkait tahapan supply chain berkelanjutan

“Meningkatkan demand akan meningkatkan omzet supply, lalu penggunaan produk lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sehingga, program kolaborasi Penguatan Rantai Pasok Industri Parekraf menjadi solusi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun memastikan kesiapan hotel dan UMKM Bali. Hampir 90% pelaku usaha tersebut dikatakan sangat bergantung dengan industri pariwisata.

Pada acara pra temu bisnis ini masing-masing pelaku UMKM memaparkan produknya serta identifikasi potensi kebutuhan produk UMKM ekonomi kreatif dari industri perhotelan. (OL-12)

BERITA TERKAIT