20 May 2022, 17:58 WIB

Penguatan Kelistrikan Jawa, PLN Kantongi US$600 Juta dari ADB


Insi nantika Jelita | Ekonomi

Antara/Arnas Padda
 Antara/Arnas Padda
Pekerja memasang jaringan listrik

PT PLN (Persero) mendapatkan jaminan pinjaman dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan yang berkolaborasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) untuk proyek penguatan kelistrikan di Jawa pada Kamis (19/5).

Pinjaman ini merupakan tindak lanjut atas komitmen pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) sebesar US$600 juta pada akhir 2021.

"Adanya perjanjian penjaminan dari pemerintah ini maka dana investasi yang tersedia berbunga rendah, berbiaya rendah, risiko bisa dikelola dengan baik," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam siaran pers, Jumat (20/5).

Melalui pendanaan dari ADB tersebut akan digunakan PLN untuk tiga fokus utama. Pertama, memperkuat jaringan transmisi di Jawa Bagian Barat dan Jawa Bagian Tengah serta modernisasi infrastruktur kelistrikan.

Lalu, meningkatkan pemanfaatan clean energy, seperti solar PV dan proyek energi baru terbarukan yang potensial. Terakhir, untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan perusahaan.

Baca juga : Larangan Ekspor CPO Dicabut, Kemendag Cabut Permendag Nomor 22 Tahun 2022

Di satu sisi, PLN memproyeksikan penjualan tenaga listrik pada tahun 2030 berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru sebesar 265.051 (GWh) dengan total 64,54 juta pelanggan hanya di Jawa, Madura dan Bali saja. Di mana terdapat estimasi penambahan pelanggan sebanyak 13,47 juta pelanggan baru di 2030.

Direktur Utama PII Muhammad Wahid Sutopo menyampaikan, lewat penjaminan pinjaman ini, PT PII bersama Kementerian Keuangan akan berkomitmen untuk mendorong percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur.

"Dengan mengoptimalkan perluasan akses dan memperkuat keandalan layanan kelistrikan dalam rangka mendukung penguatan ekonomi masyarakat," ucap dia.

Country Director Indonesian Resident Mission ADB, Jiro Tominaga optimistis program ini akan mendukung upaya Indonesia menghadapi transisi energi dan menekan emisi karbon.

"Kita berharap program ini dapat mendukung teknologi dan infrastruktur PLN dalam melayani kelistrikan di Indonesia," sebutnya. (Ins)

BERITA TERKAIT