17 May 2022, 22:29 WIB

Emir Qatar Kunjungi Spanyol saat Eropa Cari Gas Alternatif


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Oscar Del Pozo.
 AFP/Oscar Del Pozo.
Felipe VI (kedua kanan), Ratu Spanyol Letizia (kiri), Tamim bin Hamad Al Thani (kedua kiri), Jawaher binti Hamad bin Suhaim (kanan). 

EMIR Qatar memulai kunjungan kenegaraan ke Spanyol pada Selasa (17/5). Ini dilakukan ketika Eropa berusaha mendiversifikasi sumber pasokan gas alamnya untuk mengurangi ketergantungan energinya pada Rusia.

Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani disambut oleh Raja Felipe VI di istana kerajaan Madrid pada awal kunjungan dua hari. Ini kunjungan pertama ke Spanyol sejak ia naik takhta pada 2013.

Emir, yang didampingi oleh menteri luar negeri dan energi Qatar, dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Rabu (18/5). Spanyol dan Qatar diperkirakan akan menandatangani selusin kontrak ekonomi dan komersial selama kunjungannya, terutama mengenai energi, menurut sumber pemerintah Spanyol.

Baca juga: Putin Sebut Sanksi Minyak Eropa sebagai Bunuh Diri Ekonomi

Kunjungan itu dilakukan ketika Uni Eropa bertujuan mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia hingga dua pertiga tahun ini karena invasi Rusia ke Ukraina. Rusia saat ini memasok sekitar 40% kebutuhan gas Eropa.

Qatar, yang memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga di dunia, saat ini merupakan pemasok gas alam terbesar kelima di Spanyol setelah Amerika Serikat, Aljazair, Nigeria, dan Mesir. Negara tersebut menyumbang 4,4% dari total impor gas Spanyol pada April dan pemerintah Spanyol berharap pangsa ini bisa meningkat.

"Kami bekerja sama dengan rekan-rekan Eropa," pada pasokan jangka panjang gas alam cair (LNG), duta besar Qatar untuk Spanyol, Abdullah Al-Hamar, mengatakan kepada harian Spanyol 20 Minutos.

Baca juga: Harga IPO Terbesar di India Turun 7% pada Debut Pasar 

Perjalanan Emir Qatar ke Eropa juga akan mencakup kunjungan ke Jerman, Inggris, Slovenia, dan Swiss. Di Swiss, ia akan menghadiri Forum Ekonomi Dunia yang akan berlangsung di resor pegunungan Davos dari 22-26 Mei. (AFP/OL-14

BERITA TERKAIT