09 May 2022, 21:54 WIB

Kemenkeu: Kinerja Triwulan I jadi Modal Penting Untuk Pertumbuhan Ekonomi 2022


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Deretan gedung perkantoran bertingkat di Jakarta

KEPALA Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan, kinerja ekonomi triwulan I 2022 yang tumbuh 5,01% (year on year/yoy) akan menjadi modal penting bagi pertumbuhan sepanjang tahun. 

"Kinerja kuartal ini menjadi bekal penting untuk perekonomian Indonesia yang lebih kuat di tahun 2022 secara keseluruhan dan ke depan" kata dia melalui keterangan pers, Senin (9/6). 

Febrio menerangkan, penyebaran varian omikron yang memuncak pada dua bulan pertama di 2022 sempat dikhawatirkan menjadi penghambat pemulihan ekonomi. Pasalnya, pada Februari kasus harian omikron di Tanah Air sempat menyentuh angka 64 ribu dan memaksa pemerintah sedikit mengetatkan mobilitas masyarakat. 

Namun pengambilan kebijakan pemerintah dalam mengendalikan pandemi nyatanya berhasil dan efektif menahan sebaran kasus serta menjaga mobilitas masyarakat.

"Termasuk keberhasilan percepatan vaksinasi, turut berperan besar meminimalisasi dampak penyebaran tersebut ke perekonomian," terang Febrio. 

Baca juga : Presiden Minta Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal Kedua Ditingkatkan

Di lain sisi, lanjutnya, dampak peningkatan harga komoditas dunia, termasuk eskalasinya akibat konflik Rusia-Ukraina, juga masih relatif terbatas bagi Indonesia.

Alih-alih melemah, daya beli masyarakat justru terus membaik, ditandai dengan semakin kuatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta kondisi ketenagakerjaan nasional. 

Dari data BPS, pada triwulan I 2022, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 4,34% (yoy). Jika dibandingkan dengan triwulan IV 2021 (qtq), konsumsi masyarakat yang merupakan kontributor terbesar PDB nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif, mencerminkan pemulihan konsumsi yang terus berlanjut. 

"Tren ini sejalan dengan relatif tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang triwulan I dibandingkan dengan triwulan I 2021" jelas Febrio. (OL-7)

BERITA TERKAIT