08 May 2022, 11:19 WIB

Harga Pangan Selama Ramadan dan Lebaran Dinilai Terkendali


Mediaindonesia.com | Ekonomi

MI/ Apul Iskandar
 MI/ Apul Iskandar
Ilustrasi sembako

PEMERINTAH dinilai berhasil mengendalikan sejumlah harga kebutuhan pokok sepanjang ramadan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi Soebhan menyebut tidak mudah bagi pemerintah di bebeberapa negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat untuk menahan lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Karena terjadi pergeseran pola konsumsi yang cenderung meningkat ketika umat muslim sedang berpuasa. Semakin banyak yang berpuasa, maka semakin banyak permintaan kebutuhan pokok dan kuliner, maka semakin tinggi harga komoditas tersebut,” ujarnya, Minggu (8/5). 

Menurutnya, hukum ekonomi permintaan dan penawaran barang kebutuhan pokok dan kuliner relatif memiliki kemiripan di berbagai negara.  

Maka peran negara, lanjutnya, ialah  mendorong peningkatan ketersediaan komoditas tersebut dari waktu ke waktu, karena cenderung memiliki pola berulang yang teratur. Ia menyebut kondisi Indonesia relatif moderat sepanjang 2022 ini.

“Keberhasilannya sangat ditentukan oleh pola perilaku dalam berpuasa, faktor cuaca, faktor distribusi barang, dan kapasitas kementrian terkait dalam mengantisipasi pola konsumsi yang berkaitan dengan momen besar keagamaan di suatu negara,” jelasnya.

Di sisi lain, Syafuan memberi catatan khusus ketersediaan dan harga minyak goreng, daging, bahan bakar perlu mendapat perhatian khusus agar tidak berulang stagnan atau kian memburuk pada masa mendatang. Dinamika krisis dunia dinilainya harus diantisipasi. 

“Kabar baiknya adalah walaupun dunia sedang dilanda pendemi menuju endemi, negara dan masyarakat Indonesia relatif mampu bertahan dan melakukan adaptasi terhadap fluktuasi perekonomian domestik di tengah pengaruh perang Rusia -Ukraina. Semoga badai cepat berlalu, di balik awan gelap pada waktunya akan bergeser dan alam semesta kembali seimbang,” tuturnya.

Sementara, anggota Komisi VI DPR, Mohamad Idris Laena mengatakan kondisi ekonomi masyarakat cukup baik saat memperingati Lebaran. Terbukti, kata dia, warga yang mudik Lebaran di kampung halamannya mengalami lonjakan yang fantastis.

Situasi ini berimplikasi pada tujuan wisata domestik. "Alhamdulillah, harga-harga kebutuhan lebaran tidak mengalami lonjakan yang berarti dan relatif aman," ujar Idris.

Soal stabilitas harga, Mendag Muhammad Lutfi, sebelumnya juga menegaskan, pihaknya berupaya keras menstabilkan harga bapok dan pasokannya.

Garga bahan pokok, berdasar pantauan Kemendag, per 5 Mei 2022,  mengalami penurunan tipis dibanding sehari sebelumnya. Misalnya, harga daging sapi paha belakang yang turun 0,77% menjadi Rp142.600/kg; dan daging ayam ras turun 0,98% menjadi Rp40.400/kg. 

Sedang cabai merah besar turun 4,24% menjadi Rp40.400/kg; cabai merah keriting turun 5,47% menjadi Rp46.700/kg. Sementara bawang merah juga turun 1,83% menjadi Rp37.500/kg; serta bawang putih honan turun 0,98% menjadi Rp30.400/kg.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi)  Reynaldi Sarijowan mengingatkan, agar pemerintah segera mempersiapkan dan mengantisipasi ketersediaan pasokan bapok di pasar usai Lebaran. Termasuk fokus pada upaya distribusi secara merata di pasar. (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT