27 April 2022, 20:02 WIB

Laba Bersih Bank Mandiri di Kuartal I-2022 Tumbuh 69,5%


Fetry Wuryasti | Ekonomi

Antara
 Antara
Seorang model menunjukkan tampilan layanan Mandiri Online pada layar telepon pintar saat peluncuran layanan Mandiri online di Jakarta.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada kuartal I-2022 berhasil membukukan pertumbuhan kredit 8,1% (yoy), di atas pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tumbuh 6,7%. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp10 triliun, tumbuh 69,5%.

"Hal ini didukung oleh beberapa pencapaian utama, yaitu aset Bank Mandiri yang mencapai Rp1.734 triliun, tumbuh 9,5% (yoy), kredit konsolidasi Rp1.072 triliun atau tumbuh 8,9% (yoy)," kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Rabu (27/4).

Total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,4% (yoy) mencapai Rp1.269 triliun, yang didukung dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 70,3% secara konsolidasi, lebih tinggi dari posisi sama tahun lalu yang sebesar 67,6%, dan secara bank only pada kuartal I-2022 di level 75%.

Pendapatan operasional sebelum provisi sebesar Rp17,7 triliun, tumbuh 24,2% (yoy). Rasio kredit bermasalah (NPL) konsolidasi turun menjadi 2,66%, dan rasio kecukupan modal (CAR) secara konsolidasi terjaga di level 18,2%.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menjelaskan marjin bunga bersih (NIM) bank tercatat mencapai 5,01% tumbuh 36 basis poin (yoy), BOPO turun sebesar 1.501 basis poin (yoy) mencapai 56,3%. Secara keseluruhan return on equity (ROE) Bank Mandiri mencapai 22,15%.
Pertumbuhan kredit ditopang oleh semua segmen di antaranya korporasi (6,1%, yoy), komersial (9,1%, yoy), SME (10,97%, yoy), dan mikro (11,1%, yoy).

"Perusahaan anak juga membukukan kinerja yang baik dengan pertumbuhan 11,9% (yoy). DPK) bank yang tumbuh sebesar 7,4% (yoy) mencapai Rp1.269 triliun, sebagian besar didukung oleh giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 6,9% (yoy) dan 15,8% (yoy)," kata Sigit.

Dengan meningkatnya perekonomian secara keseluruhan, tim ekonomi Bank Mandiri memproyeksikan inflasi dapat mencapai level 4,6% pada akhir tahun 2022, meningkat 131 basis poin dibandingkan proyeksi tim sebelumnya.

Bank Mandiri juga memprediksikan bahwa Indonesia akan merespons kenaikan inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan sebesar perkiraan 75 basis poin menjadi 4,25% di tahun 2022.

Bank Mandiri akan selalu melakukan review suku bunga kredit dengan mempertimbangkan suku bunga Bank Indonesia, suku bunga pasar global dan domestik, kecenderungan likuiditas rupiah, dan persaingan suku bunga kredit di Indonesia. Suku bunga kredit diperkirakan masih bisa dipertahankan di posisi yang sama seperti 2021 pada kuartal II 2022.

"Kami melihat seluruh kinerja positif dan inisiatif yang telah kami lakukan di tahun 2021 dan di awal tahun 2022 ini tercermin pada kinerja saham Bank Mandiri yang juga tumbuh 12,5%, di atas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dengan rata-rata agregat untuk 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia," kata Darmawan.

Bank Mandiri juga telah membayarkan dividen atau keuntungan Persero pada 2021 pada 6 April 2022 sebesar Rp16,8 triliun, terbesar sepanjang sejarah Bank Mandiri. Diharapkan dengan pembayaran dividen ini Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham.

Terkait dengan kabar akuisisi bank kecil sebagai bank digital, Darmawan mengatakan saat ini mereka mempertimbangkan basis nasabah dan kapabilitas yang mereka miliki. Sehingga Bank Mandiri saat ini tengah bertransformasi dan berfokus dengan strategi mendigitalkan diri sendiri, mulai dari perubahan internal business process dengan Mandiri dengan digital, juga inisiatif untuk mengubah layanan di cabang dengan beberapa cabang menjadi smart branch.

"Kami terus berupaya mengembangkan bisnis termasuk mengkaji adanya potensi aksi korporasi. Namun sampai saat belum ada rencana aksi korporasi dalam bentuk akuisisi bank," kata Darmawan. (E-3)

BERITA TERKAIT