26 April 2022, 12:19 WIB

Sepakat, Elon Musk Resmi Beli Twitter Senilai Rp634 Triliun


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

AFP/Brendan Smialowski.
 AFP/Brendan Smialowski.
Elon Musk.  

Perusahaan jejaring sosial raksasa, Twitter telah setuju untuk menjual saham mereka kepada bos Tesla, Elon Musk dalam kesepakatan yang mencapai US$$44 miliar atau sekitar Rp634 triliun pada Senin (25/4). Dengan langkah tersebut membuat miliarder itu memperluas kerajaan bisnisnya.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan, pemegang saham akan menerima US$54,20 tunai untuk setiap saham Twitter yang mereka miliki, sesuai dengan penawaran asli Elon.

"Twitter memiliki potensi luar biasa, saya berharap dapat bekerjasama dengan perusahaan dan komunitas pengguna untuk membukanya," kata Elon.

Kesepakatan itu disetujui dengan suara bulat oleh dewan redaksi Twitter. Sejak pekan lalu, Elon telah menyiapkan pendanaan sebesar US$46,5 miliar untuk mengakuisisi perusahaan komunikasi raksasa itu. Pada Minggu (24/4) dewan direksi Twitter bertemu Elon guna membahas negosiasi pembelian saham tersebut.

"Dewan Twitter melakukan proses yang bijaksana dan komprehensif untuk menilai proposal Elon dengan fokus yang disengaja pada nilai, kepastian, dan pembiayaan," kata Ketua Dewan Independen Twitter Bret Taylor dalam sebuah pernyataan.

Ia menyebut kesepakatan itu sebagai alan terbaik ke depan bagi pemegang saham Twitter.

Saham Twitter pun langsung meroket hampir 6% setelah pengumuman kesepakatan tersebut, melayang di sekitar US$51,84. Kini, kesepakatan transaksi tersebut menunggu persetujuan dari pemegang saham dan regulator.

Elon Musk adalah pengguna Twitter yang terkenal dan kontroversial dengan cuitannya. Memiliki 83 juta pengikut di platform, telah digunakan ia selama bertahun-tahun untuk segala hal, mulai dari berbagi meme, bisnis, mendiskusikan perusahaannya hingga diduga menyindir politisi.

Dalam pernyataannya pada Senin kemarin, Musk mengatakan ia ingin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk dengan fitur-fitur baru, membuat algoritme open source untuk meningkatkan kepercayaan pengguna dan tujuan lainnya. (CNN/OL-12)

BERITA TERKAIT