26 April 2022, 11:17 WIB

21 Orang Keracunan Akibat Kebocoran Gas Bahaya PLTP Sorik Marapi


 Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Dok.Kementerian ESDM
 Dok.Kementerian ESDM
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Panas Bumi Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

PROYEK Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Panas Bumi Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengalami semburan liar (blow out) yang diikuti dengan keluarnya gas hidrogen sulfida (H2S) atau gas beracun pada Minggu (24/4).

Dalam keterangan pers Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) diungkapkan, dampak dari kejadian tersebut, dilaporkan 19 orang warga masyarakat dan dua petugas mengalami keracunan akibat kebocoran gas H2S yang keluar dari semburan lumpur panas itu.

Semburan lumpur panas terjadi ketika dilakukan pengeboran sumur panas bumi T-12. Pengeboran sumur itu mulai dikerjakan sejak 20 April 2022 dan direncanakan berlangsung selama 44 hari dengan target kedalaman 2700 meter (m).

Ketika terjadi steam kick, kedalaman sumur baru mencapai 370 m dan belum mencapai zona reservoir sehingga memiliki kemungkinan kecil terjadinya steam kick.

Dari penelusuran terhadap data-data pengeboran, penyebab munculnya semburan liar di duga berasal dari sumur T-11 yang berjarak kurang lebih 7 meter dari sumur T-12, jelas Kementerian ESDM.

Baca juga: Komisi VII DPR Sesalkan Tidak Ada Upaya Preventif Cegah Kebocoran Gas di PLTP

PT Sorik Marapi Geothermal Power mengaku telah mengendalikan semburan lumpur panas itu. Saat ini mereka fokus dengan memberikan perawatan kepada korban yang terdampak paparan gas H2S.

Kondisi kesehatan korban dikabarkan semakin membaik dan beberapa orang warga telah diizinkan pulang ke rumah.

Kementerian ESDM menyatakan telah membentuk Tim Investigasi yang telah berada di lokasi itu untuk mengusut kebocoran gas PLTP Sorik Marapi.

Kepala Inspektur Panas Bumi (KAIP) ESDM Haris juga telah menerbitkan surat instruksi penghentian sementara kegiatan pengeboran dan uji alir sumur kepada SMGP dengan pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan.

PLTP Sorik Marapi diketahui mengoperasikan dua unit pembangkit dengan kapasitas pembangkitan 90 megawatt (MW) yang membantu meningkatkan kehandalan jaringan transmisi ketenagalistrikan Sumatera Utara. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT