26 April 2022, 09:59 WIB

KSP Pastikan Pemerintak tak Abaikan Kondisi Ekonomi Masyarakat


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi perekonomian: Perumahan padat penduduk di tepi Sungai Ciliwung

KANTOR Staf Presiden (KSP) membantah pernyataan yang menyebut pemerintah lebih fokus pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ketimbang memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.

Tenaga Ahli Utama KSP Edy Priyono mengatakan pembangunan ekonomi dan infrastruktur menjadi satu rangkaian program prioritas pemerintah sebagaimana sudah ditetapkan dan disepakati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Pemerintah tetap konsisten dengan arah pembangunan yang sudah ditetapkan, khususnya dalam RPJMN 2020-2024. Tidak mungkin pemerintah keluar dari situ," kata Edy di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (26/4).

Edy mengungkapkan, pada 2023, pemerintah telah menetapkan beberapa program prioritas seperti penanggulangan kemiskinan ekstrem, pemulihan dunia usaha, penanganan pengangguran, pembangunan SDM, pengembangan ekonomi hijau dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

"Sudah jelas bahwa dalam daftar prioritas tersebut, pemerintah fokus ke ekonomi. Seperti melalui program penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penanganan pengangguran," tutur Edy.

Baca juga:  Ketum Golkar Minta Kosgoro 1957 Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi Nasional

Dalam kaitan kondisi ekonomi masyarakat, sambung dia, pemerintah telah menggulirkan sejumlah paket bantuan sosial dan stimulus fiskal, melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menyerap APBN sebesar Rp414,1 triliun.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga memperkuat bantalan sosial bagi masyarakat untuk menghadapi kenaikan harga komoditas global akibat krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

"Contohnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng dengan anggaran sebesar Rp 6,2 triliun, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan persiapan anggaran Rp 8,8 triliun. Pemerintah juga terus mempertahankan subsidi untuk listrik, BBM, LPG, dan subsidi beberapa komoditi lain seperti kedelai, pupuk, dan minyak goreng," ungkapnya.

Selain fokus pada ekonomi, dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah juga konsisten melanjutkan pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan alokasi anggaran Rp46 triliun yang dilakukan dalam kurun 2022-2024.

"IKN itu bagian dari pembangunan infrastrukur yang tujuannya juga untuk pemerataan ekonomi," tukasnya.

Sebelumnya, lembaga survei litbang Kompas merilis hasil survei bertajuk penanganan masalah kebutuhan pokok di bulan puasa.

Dalam survei yang dilakukan 5-9 April 2022 tersebut disebutkan, mayoritas responden setuju terhadap pernyataan soal pemerintah yang lebih fokus membangun IKN dibanding kondisi ekonomi masyarakat. Survei melibatkan 504 responden dengan usia minimal 17 tahun dari 34 provinsi.(OL-5)

BERITA TERKAIT