25 April 2022, 17:02 WIB

Presiden Apresiasi Kecepatan Pos Indonesia dalam Penyaluran BLT Minyak Goreng


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Antara/Patrik Cahyio Lumintu
 Antara/Patrik Cahyio Lumintu
Penyaluran BLT Minyak Goreng

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi upaya penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng yang dilakukan PT Pos Indonesia. Hanya dalam 10 hari, Pos Indonesia mampu mendistribusikan bantuan kepada 17,4 juta penerima atau 95,7% dari total target 18,3 juta penerima.

"Iya bagus. Berarti udah hampir semuanya. Sisanya segera diselesaikan," ujar Jokowi saat meninjau penyaluran BLT minyak goreng di Pos Bloc, Jakarta, Senin (25/4).

Dalam kesempatan itu, kepala negara juga berpesan kepada Pos Indonesia untuk mengingatkan para penerima untuk menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan arahan pemerintah.

"Tolong disampaikan kepada penerima bahwa BLT ini digunakan sesuai yang telah diarahkan baik untuk membeli minyak goreng maupun sembako. Jangan dipakai untuk beli pulsa," tandas mantan wali kota Solo itu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi membeberkan strategi yang membuat penyaluran berjalan cepat. Dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dipadukan dengan Data Terpadu Kesejehteraan Sosial milik Kementerian Sosial, perseroan hanya memerlukan KTP penerima untuk verifikasi penyaluran.

Baca juga : Pemerintah Mestinya Awasi Ketat Kebijakan DMO dan Distribusi Minyak Goreng

"Penerima bantuan hanya perlu datang membawa KTP ke kantor pos. Pada proses teknologinya, data itu akan naik ke sistem dan status di database akan langsung berubah menjadi terbayar. Sistem ini juga realtime sehingga kita tahu sudah berapa banyak yang tersalur," tutur Faizal.

Ia mengakui, penyaluran BLT minyak goreng penuh dengan tantangan karena Pos Indonesia sebagai penyalur hanya diberikan waktu dua pekan. Namun, itu bisa diatasi dengan kolaborasi bersama seluruh kementerian/lembaga terkait.

"Kami juga memperbanyak titik penyaluran, menambah tenaga juru bayar, dan memperpanjang jam pelayanan," paparnya.

Ia optimistis, dengan sisa waktu yang ada, target penyaluran kepada 18,3 juta orang bisa selesai sebelul lebaran. (OL-7)

BERITA TERKAIT