25 April 2022, 11:14 WIB

DPR Minta PLTMG Holtekamp 50MW Jayapura Harus Dikelola dengan Bijak


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist/DPR
 Ist/DPR
Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto saat memimpin Tim Kunker Komisi VII DPR RI di PLTMG Holtekamp 50 MW. 

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Holtekamp 50 MW merupakan pembangkit milik PT PLN (Persero) yang menjadi salah satu base load pada kelistrikan di Jayapura.

Dengan beroperasinya PLTMG tersebut, diharapkan masyarakat dapat menikmati energi listrik yang merata hingga ke pelosok daerah serta mendukung pertumbuhan industri di daerah.

Saat memimpin Tim Kunker Komisi VII DPR RI di PLTMG Holtekamp 50 MW, Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto memperoleh gambaran bahwasanya di sistem Jayapura ini terdapat surplus daya hingga 54MW. Untuk itu Sugeng berpesan agar kelebihan daya tersebut dikelola dengan bijak demi kepentingan masyarakat.

"Kita memperoleh gambaran, dari sisi ketersediaan listrik cukup. Bahkan ada cadangan lebih sekitar 54MW atau 51 persen, itu sudah termasuk tinggi. Hanya memang cadangan itu harus tersebar rata dan tidak di satu tempat saja," ujar Sugeng kepada Parlementaria di Jayapura, Papua, Sabtu (23/4/2022).

Politikus fraksi Partai NasDem ini mengutarakan bahwasanya ke depan, Papua akan menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Indonesia. Pasalnya, cadangan sumber daya alam di Papua sangat banyak. Hal itu perlu ditunjang dengan kemampuan sumber daya manusia yang hebat dan tentu harus di-support dengan energi listrik yang memadai.

Baca juga: Anggota DPR Apresiasi PLN Atas Program Kelistrikan di Papua

"Ada potensi energi yang besar dari (Sungai) Mamberamo, yakni sebesar 20giga. Memang hari ini belum dibangun, karena demand di Papua masih sangat rendah. Nanti seiring dengan kemajuan masyarakat Papua, itu akan kita bangun segera, kita juga akan bangun industri-industri di Papua," ucap Sugeng.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Adi Priyanto mengakui adanya kelebihan cadangan daya sekitar 54MW. Menurutnya, cadangan daya (reserve margin) tersebut tentu diperuntukkan bagi pembangunan di Jayapura.

"Jadi kami menyediakan reserve margin ini selain untuk kehandalan, juga untuk pembangunan. Kami harapkan dengan reserve margin yang sedemikian besar ini, masyarakat di Jayapura dan sekitar bisa lebih maju lagi, banyak investor-investor masuk tanpa khawatir kekurangan listrik. Harapan kami ekonomi di Papua akan lebih maju lagi," pungkas Adi.

Selain Adi Priyanto, dalam kunjunga tersebut, Komisi VII DPR RI juga didampingi oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana serta Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT