21 April 2022, 20:41 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Tertarik Demo Masak Kuliner Bandeng


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok Menteri Kelautan dan Perikanan
 Dok Menteri Kelautan dan Perikanan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kampung Bandeng di Gresik, Jawa Timur.

Beragam produk olahan ikan bandeng yang menggugah selera tersaji di lapak bazar UMKM perikanan di Pudak Gallery Gresik pada Kamis, (21/4).

Uniknya, demo masak kuliner bandeng ini dilakukan oleh bapak-bapak pelaku UMKM perikanan. Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Safari Ramadan sekaligus peluncuran Quality Assurance (QA) Kampung Bandeng di Gresik, Jawa Timur oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono didampingi Hari Maryadi, Plt Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Menteri Trenggono mengatakan keberadaan UMKM telah terbukti mendukung ketahanan perekonomian negara di tengah kondisi pandemi. Untuk itu harus terus diupayakan peningkatan bukan hanya dari sisi kuantitas, namun dari segi kualitas produk perikanan yang dihasilkan pelaku UMKM. "Jadi, tadi saya juga melihat tempat pelatihan masak olahan bandeng. Pada intinya pelatihan para pelaku atau calon pelaku usaha penting untuk memastikan produk UMKM, khususnya di Gresik ini dapat tersertifikasi, jadi dari segi kualitas, mulai dari pembibitan sampai produk akhir itu berkualitas, enak dimakan tentunya," ujar Menteri Trenggono.

Untuk itu, peningkatan layanan sertifikasi menurutnya sangat penting, guna mendongkrak kinerja ekspor produk perikanan dari Provinsi Jawa Timur, khususnya Gresik.
 
"KKP ini melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) harus berupaya semaksimal mungkin, dorong UMKM di Gresik ini agar segera tersertifikasi, ini penting, ekspor hasil perikanan kita agar meningkat," ujar Menteri Trenggono.

Sementara itu, Plt. Kepala BKIPM Hari Maryadi mengatakan, Gresik memiliki banyak UMKM perikanan dengan berbagai produk perikanan yang berpotensi ekspor. Target BKIPM ke depan adalah ikan dan produk perikanan yang diproduksi/ditangkap dan diolah bebas hama penyakit ikan ber berbahaya, memenuhi syarat mutu dan berorientasi ekspor.

"Untuk itu diperlukan upaya berkesinambungan untuk mendorong UMKM perikanan lainnya untuk bisa memenuhi persyaratan jaminan mutu hasil perikanan sesuai standar ekspor sesuai arahan Bapak Menteri Trenggono," terang Hari.
 
Di akhir acara, Menteri Trenggono didampingi Hari juga menyerahkan 289 sertifikat CPIB(Cara penanganan ikan yang baik), 28 sertifikat HACCP (Hazard analitical critical control point)  serta 6 sertifikat CKIB (Cara karantina ikan yang baik) kepada pelaku usaha UMKM dan suplier perikanan. (OL-12)

BERITA TERKAIT