20 April 2022, 21:44 WIB

PLN Pastikan Stok Batu Bara Aman dalam 21 Hari 


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara/Nova Wahyudi
 Antara/Nova Wahyudi
Kapal Tongkang mengangkut batu bara

PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit di Tanah Air terjaga dengan hari operasional (HOP) di atas 21 hari. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan pihaknya terus melakukan monitoring pasokan primer energi itu secara day by day atau tiap hari. 

Pasalnya, stok batu bara nasional sempat mengalami krisis di awal Januari kemarin. 

"Pasokan batu bara aman. Saat ini (kebutuhan nasional) di atas 21 hari," ucapnya saat berada di PLTU Suralaya, Banten, Rabu (20/4). 

Dengan kebutuhan stok batu bara yang dipastikan aman, PLN akan memaksimalkan operasional pembangkit di seluruh Indonesia untuk mendukung keandalan listrik selama libur Idul Fitri 1443 H. 

Baca juga : Momen Mudik Bikin Beban Listrik di Jawa, Madura, Bali Bakal Turun Jadi 22 Ribu MW saat Lebaran 

Saat ini, total kapasitas pembangkit terpasang di Indonesia mencapai 64,3 gigawatt (GW) dengan total beban puncak diperkirakan mencapai 34,27 GW pada saat Idul Fitri. 

Untuk mendukung operasional pembangkit, PLN memastikan pasokan energi primer seperti batu bara, gas dan bahan bakar minyak dalam kondisi aman dengan HOP di atas 15 hari. 

Sebelumnya dijelaskan mekanisme pasokan kebutuhan batu bara sudah dibenahi PLN dengan melakukan kontrak jangka panjang dengan monitor kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) yang terpantau secara digital dan terintegrasi dengan sistem database di Kementerian ESDM sebagai regulator dalam pertambangan batu bara. 

Perubahan sistem kontrak berbasis digital yang dikelola sekarang diharapkan bisa mengantisipasi kondisi fluktuatif harga batu bara di pasar internasional, sehingga ketersediaan batu bara nasional tetap aman. (OL-7)

BERITA TERKAIT