20 April 2022, 17:06 WIB

PLTU Suralaya Hasilkan 600 Ribu Ton Fly Ash Bottom Ash 


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
PLTU Suralaya

HASIL produksi Fly Ash atau Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Banten, sebesar 600 ribu ton per tahun. 

General Manager PT Indonesia Power Suralaya PGU Rahmad Handoko mengatakan, FABA atau abu sisa pembakaran batu bara tersebut bukan lagi bahan berbahaya dan beracun (B3). 

"Dalam sehari PLTU Suralaya mengonsumsi 40 ribu ton (batu bara), maka FABA yang dihasilkan sebesar 600 ribu ton (per tahun)," ungkapnya saat berada di PLTU Suralaya, Banten, Rabu (20/4). 

Rahmad menjelaskan, limbah FABA yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi paving blok, lintas jalan, jalan beton yang berada di samping kawasan Ecopark PLTU Suralaya dan lainnya. 

Selain itu, Indonesia Power juga berencana menghasilkan produk-produk turunan bottom ash untuk substitusi dari pembuatan bata merah yang bisa digunakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Baca juga : Negara Termiskin di Dunia pada 2022, Ada Indonesia?

"Ini memang sedang kami kaji campurannya seperti apa sehingga batu bata itu memenuhi standar nasional," ucapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi 1 PT Indonesia Power M. Hanafi Nur Rifa'i menuturkan, FABA juga diolah untuk bahan konstruksi Proyek PLTU Jawa 9-10 yang tengah berlangsung. 

Dia menjelaskan, bottom ash bisa digunakan sebagai bahan campuran dasar konstruksi untuk proyek dasar bangunan. 

"Kami sudah kerja sama dengan PLTU 9-10 untuk pemanfaatan bottom ash dari PLTU Suralaya," pungkasnya. 

Dilansir laman resmi Indonesia Power, Unit Pembangkitan Suralaya pertama kali dibangun pada 1984 dengan 2 (dua) Unit Pembangkit dan terus ditingkatkan hingga menjadi  7 (tujuh) Unit Pembangkit dengan total kapasitas terpasang 3.440 MW. 

PLTU yang merupakan PLTU terbesar di Indonesia ini memproduksi sekitar 50% dari total produksi PT Indonesia Power dan menyumbang 17% dari energi listrik kebutuhan Jawa-Madura-Bali. (OL-7)

BERITA TERKAIT