16 April 2022, 11:40 WIB

Forbes Tempatkan BSI di Jajaran 5 Bank Terbaik Indonesia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 Dirut PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) saat  menyampaikan Paparan Kinerja BSI Triwulan IV/Tahun 2021 di Jakarta.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI diakui dunia internasional sebagai bagian dari The World Best Bank sebagaimana riset yang dilakukan oleh Forbes. Riset tersebut juga menempatkan BSI ke dalam 5 bank terbaik di Indonesia.

“Kami berkomitmen terus berinovasi demi mencapai visi kami pada 2024 menjadi Top 10 Global Sharia Bank," kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (16/4).

Mengutip laman Forbes dalam paparan hasil risetnya tentang The World’s Best Banks, penilaian itu didasarkan pada tingkat kepuasan serta lima kriteria lainnya seperti kepercayaan, syarat dan ketentuan, layanan digital, layanan nasabah, dan financial advice.

BSI menyebut, bank yang dinilai Forbes itu sebanyak 5 sampai 75 bank per negara dengan skor minimum 70 dari total nilai 100, dan dipilih tergantung pada skor yang dicapai, hasil evaluasi yang dikumpulkan, jumlah bank aktif di negara tertentu serta populasi masing-masing di negara tersebut

Baca juga: Bank BUMN Syariah, Komitmen Pemerintah sejak Lama

BSI mengaku akan berkomitmen pada kemaslahatan umat dengan mengusung beragam agenda sustainable finance seperti program ekonomi desa, keberpihakan kepada UMKM serta berperan aktif dan terdepan mendorong akselerasi ekonomi nasional.

“Pengakuan dari Forbes ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja keras mewujudkan hal tersebut," ucapnya.

Majalah Forbes pada tahun lalu juga menobatkan BSI dalam Daftar 500 Bank Terbaik Dunia 2021.

Hery menambahkan, strategi BSI akan terus difokuskan pada digitalisasi, baik digitalisasi produk, maupun layanan kepada seluruh nasabahnya pasca penggabungan tiga bank syariah milik BUMN pada 1 Februari 2021.

Dalam catatan BSI, Di tahun pertama sejak merger tahun lalu menyatakan mampu menorehkan kinerja positif, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp3,03 triliun naik 38,42% secara year on year (yoy).

Dalam hal digital, per Desember 2021, transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 124,54 juta transaksi atau tumbuh sekitar 169% secara yoy.

Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp171,29 triliun atau naik sekitar 9,32% secara yoy dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,70 triliun. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT