14 April 2022, 21:17 WIB

Menperin akan Evaluasi Pendataan di SIMIRAH


Mediaindonesia.com | Ekonomi

ANTARA/YUSUF NUGROHO
 ANTARA/YUSUF NUGROHO
Warga antre untuk membeli minyak goreng curah di salah satu distributor di Desa Mlati Lor, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (13/4/2022)

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengevaluasi sistem pendataan distribusi minyak goreng curah bersubsidi yang dinamakan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).

"Terdapat distributor dengan alamat yang tidak sesuai pada SIMIRAH. Oleh karena itu kami melakukan pengawasan. Ini bagian dari evaluasi yang kita bisa dapat hanya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak)," kata Menperin Agus di Jakarta, Kamis (14/4), seperti dilansir Antara.

Menperin bersama Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri sempat mendatangi salah satu alamat distributor 1 (D1) minyak goreng curah yang tertera pada SIMIRAH di bilangan Jakarta Timur, namun tidak ditemukan D1 yang dimaksud.

Pada kesempatan tersebut, Menperin meminta agar produsen dari D1 memperbaiki data yang disampaikan melalui SIMIRAH.

"Jadi, di salah satu distributor yang kami datangi itu ada kesalahan menginput data. Kalau ini salah, ada kekhawatiran ada kesalahan lain selain alamat. Makanya kami awasi," ujar Menperin.

Kemudian,Menperin melanjutkan sidak ke produsen minyak goreng di Tanjung Priok yakni PT Bina Karya Prima (BKP).

Dari hasil kunjungan tersebut, Menperin menemukan bahwa BKP telah memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng curah sebanyak 50% dari yang ditargetkan.

"Tapi hari ini mereka belum memproduksi minyak goreng curah subsidi. Nanti tim kami akan tanyakan lebih dalam apa penyebabnya sampai pukul 13.00 WIB belum melakukan produksi," ujar Menperin.

Baca juga: Kemenperin Temukan Distributor Minyak Goreng Subsidi Nakal di Cipete

Dari hasil sidak tersebut, Menperin juga berencana membuat surat edaran kepada produsen minyak goreng curah untuk menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab program minyak goreng curah bersubsidi yang nantinya akan berhubungan dengan Kemenperin.

"Kami akan membuat surat edaran agar satu orang penanggung jawab ditunjuk, sehingga kita bisa langsung tanyakan ke orang itu tanpa lempar sana-sini," kata Menperin Agus.

Menperin juga mengimbau kepada produsen agar lebih akurat dalam menginput data pada SIMIRAH, sehingga data tersebut dapat terdokumentasi dengan baik.

"Kami juga akan pasang QR Code untuk mendeteksi minyak itu larinya kemana saja. Semua kami upayakan agar program ini dapat berjalan dengan baik," pungkas Menperin. (A-2)

BERITA TERKAIT