14 April 2022, 16:35 WIB

Kemenperin Temukan Distributor Minyak Goreng Subsidi Nakal di Cipete


Despian Nurhidayat | Ekonomi

ANTARA/ANIS EFIZUDIN
 ANTARA/ANIS EFIZUDIN
Warga antre membeli minyak goreng curah di distributor minyak goreng, Kota Temanggung, Jawa Tengah, Senin (11/4/2022).

KEMENTERIAN Perindustrian 9Kemenperin) berhasil menemukan distributor minyak goreng curah yang terbukti melakukan penyimpangan dalam mendistribusikan minyak goreng curah yang tidak sesuai HET (harga eceran tertinggi) yang diatur pemerintah. Distributor tersebut ialah Toko Al-Muawanah yang berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa penemuan ini dilakukan bersama dengan Tim Satgas Pangan dan Polda Metro Jaya. Menurutnya, saat ini lokasi distributor tersebut sudah dipasangi garis polisi dan akan dilakukan pendalaman oleh Polda Metro Jaya.

"Saya ingin laporkan, pagi ini saya dan tim yakni Satgas Pangan dan Polda Metro Jaya melakukan kunjungan lapangan dalam rangka pengawasan dan pengawasan HET minyak goreng curah. Kami temukan distributor atas nama Al-Muawanah yang melakukan penyimpangan," ungkapnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (14/4).

Lebih lanjut, Juri Bicara Kemenperin Febri Hendri mengatakan bahwa berdasarkan temuan tersebut, diduga telah terjadi monopoli dalam distribusi minyak goreng curah oleh Al-Muawanah. Hal ini terjadi lantaran Al-Muawanah yang merupakan distributor 1 (D1) juga berperan sebagai distributor kedua (D2) yang berperan sebagai penjual minyak goreng curah kepada pengecer.

"Jadi D1 itu harusnya menjual minyak goreng curah sebesar Rp13.500 per liter ke D2. Tapi karena mereka ini berperan sebagai D1 dan D2, mereka monopoli harganya, atau dijual Rp15.500 per liter dan dijual ke pengecer sekitar Rp17.000 per liter. Ini dilakukan dengan tujuan untuk menaikkan harga jual di atas HET," kata Febri.

Baca juga: Warga Temanggung Inapkan Jeriken karena Takut Kehabisan Minyak Goreng

Tidak berhenti di situ, berdasarkan data dari Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH), pemiliki Al-Muawanah yakni Wahyudi memiliki 400 ton minyak goreng curah, di mana baru 78 ton yang dijual kepada pengecer dan dikemas dalam jeriken berukuran 5 liter.

Sementara itu, Tim Satgas Pangan Kombes Pol Eko Sulistyo Basuki menuturkan bahwa harga jual per jeriken minyak goreng curah dari Al-Muawanah sendiri mencapai Rp85 ribu atau setara Rp17.000 per liter. Pihaknya pun telah menyita 700 jeriken berukuran 5 liter dan juga 3 ton minyak goreng curah.

"Ini satu jeriken berukuran 5 liter saja tidak sesuai, atau hanya mencapai 4,3 liter minyak goreng curah per jeriken. Kami serahkan temuan ini kepada Polda Metro Jaya untuk dilakukan penindakan lebih lanjut," pungkas Eko. (A-2)

BERITA TERKAIT