11 April 2022, 11:55 WIB

Laba PTPN Group Naik Menjadi Rp4,6 Triliun tahun 2021.


mediaindonesia.com | Ekonomi

dok PTPN
 dok PTPN
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani

Berdasarkan hasil Laporan Keuangan Audited yang baru saja dirilis oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (EY) pada 8 April 2022 yang lalu, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mampu membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 4,64 triliun di 2021.

Pencapaian perusahaan induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perkebunan ini meningkat Rp 5,73 triliun atau sekitar 500% dibandingkan laba perusahaan pada 2020 lalu, dimana saat itu PTPN Group masih mengalami kerugian sebesar Rp 1,14 triliun. 

Capaian laba bersih konsolidasian tersebut diperoleh dari penjualan sebesar Rp53,57 triliun atau  32% di atas pencapaian tahun lalu.  Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp14,18 triliun, atau naik sebesar 206,69% dibandingkan tahun lalu, atau 124,26% di atas yang dianggarkan pada 2021. 

Peningkatan kinerja perusahaan ini adalah buah dari keberhasilan program transformasi yang telah dijalankan perusahaan sejak dua tahun terakhir.

“Kami akan terus memacu pertumbuhan pendapatan usaha melalui peningkatan produksi dan produktivitas, serta optimalisasi operasiona,l baik di hulu maupun hilir.  Pada komoditas tebu dan gula misalnya, kami akan fokus meningkatkan produktivitas lahan tebu serta merevitalisasi pabrik gula melalui anak perusahaan yang kami dirikan yaitu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN),” kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani melalui keteragan resminya, Senin (11/4).

Selain itu, kata dia, restrukturisasi organisasi, resrukturisasi utang, program transformasi EBITDA , serta transformasi digital, menjadi faktor utama keberhasilan transformasi PTPN Group.  Restrukturisasi Organisasi dilakukan dengan mengubah dari sebelumnya strategic holding menjadi operating holding.  Selain itu, PTPN Holding melakukan transformasi digital sehingga dapat mengeskalasi tingkat efisiensi dan efektivitas pekerjaan agar lebih optimal. 

Salah satu program kunci transformasi yang paling berperan adalah restrukturisasi utang, dimana PTPN Holding memperbaiki  kinerja keuangan agar tercapai bisnis yang berkelanjutan, komprehensif, dan transparan.

Manajemen PTPN Group, kata Ghani, mampu memperbaiki kesehatan finansial perusahaan. Salah satunya adalah menurunkan liabilitas jangka pendek melalui program restrukturisasi utang kepada perbankan. 

“Program Transformasi EBITDA yang mulai digulirkan pada awal triwulan II tahun 2021, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian kinerja di tahun 2021,” ujar Ghani. (RO/M-4)

 

 

BERITA TERKAIT