28 March 2022, 15:34 WIB

Waspada! Marak Travel Gelap Tawarkan Jasa Mudik Lebaran


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Ilustrasi 

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi meminta masyarakat untuk waspada terhadap penawaran mudik Lebaran 2022 dari penyelenggara angkutan tidak resmi.

"Saat ini mulai banyak penawaran mudik Lebaran oleh penyelenggara melalui media daring maupun travel gelap yang tidak dapat memberikan kepastian keselamatan bagi penumpang," ujarnya dalam rilis resmi, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Transformasi Digital Jadi Kunci Kemenangan UMKM di Era Pandemi

Budi mengatakan, sebaiknya para penumpang memilih menggunakan bus yang resmi dan sudah terdaftar di Kementerian Perhubungan.

Saat ini melalui data yang dihimpun oleh Ditjen Hubdat, tercatat ada sebanyak 57.693 unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan pariwisata di seluruh Indonesia sesuai dengan kewenangan pemerintah pusat.

“Kami meminta masyarakat untuk menggunakan penyelenggara angkutan resmi," sambungnya.

Pihaknya menargetkan sebanyak 5.000 unit bus akan dilakukan rampcheck bus di Terminal Tipe A dan pool bus pariwisata.

Budi berujar, secara kenyamanan ada perberbedaan antara bus yang resmi dan yang tidak terdaftar atau travel gelap.

Dari pengalaman tahun lalu, ungkapnya, banyak penyelenggara yang tidak bertanggung jawab dalam memelihara kondisi bus sehingga tidak prima, lalu bus tersebut dikatakan cukup berbahaya jika dipakai perjalanan jauh.

Baca juga: Bandara Soetta Layani 818 Penerbangan Private Jet

'Dan jika terjadi kecelakaan tidak terkover oleh asuransi Jasa Raharja. Seringkali bus tidak resmi juga harganya lebih mahal dari yang resmi, kendaraan tidak diuji Kir, serta kompetensi pengemudi tidak terjamin,” tegasnya.

Selama masa penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2022, Budi menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap operasi angkutan bus maupun travel gelap. (Ins/A-3)

BERITA TERKAIT