28 March 2022, 13:59 WIB

Transformasi Digital Jadi Kunci Kemenangan UMKM di Era Pandemi


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Antara
 Antara
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (24/3/2022). 

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan pelaku UMKM harus melakukan transformasi digital agar dapat bertahan, bangkit dan memenangkan persaingan di tengah pandemi covid-19.

Maka dari itu, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transformasi Digital dan Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM Tahun 2022, Kementerian Koperasi dan UKM akan fokus pada transformasi digital UMKM, sehingga dapat tercapai 30 juta UMKM yang onboarding di ekosistem digital pada 2024 nanti.

Baca juga: Presiden: Target 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital Harus Tercapai

"Pada 2020, jumlah UMKM digital di Indonesia mencapai 8 juta, kemudian meningkat hingga 17,59 juta di tahun ini hadir di dalam e-commerce. Ini 27% dari total populasi UMKM atau 58% dari target 30 juta UMKM onboarding di ekosistem digital (di tahun 2024),” ungkapnya dalam pembukaan Rakornas Transformasi Digital dan Pendataan Lengkap Kopetasi dan UMKM Tahun 2022, secara daring, Senin (28/3).

Lebih lanjut Teten menambahkan, transformasi digital bukan semata menghadirkan UMKM dalam platform digital, tetapi merupakan ikhtiar holistik dengan membangun ekosistem proses bisnis dari hulu ke hilir.

“Saya menggarisbawahi, target satu juta (produk) UMKM onboarding dalam platform pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kami samakan dengan target LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) sesuai arahan Bapak Presiden untuk kita optimalkan berbelanja produk dalam negeri dari UMKM Indonesia,” kata Teten.

Onboarding UMKM ke ekosistem digital juga menjadi salah satu langkah untuk memastikan potensi ekonomi digital sebesar Rp4.531 triliun di 2030 dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh pelaku koperasi dan UMKM serta masyarakat.

Upaya mendorong transformasi digital disebut menjadi pembahasan dalam Working Group atau kelompok kerja 1 yang menjadi rangkaian dalam kegiatan rakornas.

Dalam kelompok kerja 1, akan diulas pengukuhan komitmen daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan gerakan nasional berubah digital, termasuk mendorong pertumbuhan wirausaha baru, lalu pemetaan potensi maupun tantangan.

Kemudian juga pengembangan pendampingan dari setiap pemangku kepentingan dalam upaya pencatatan transformasi digital, penetapan kelompok strategis untuk disasar, serta model sinergi lintas sektor yang tepat dalam upaya transformasi digital.

“Working Group 1 dan digitalisasi UMKM menjadi wadah penyusun peta jalan nasional menuju target 30 juta UMKM bertransformasi digital,” ucap Teten.

Adapun di kelompok kerja 2, lanjut Teten, memiliki tujuan utama memetakan dan mempersiapkan tren arah perkembangan digital bagi koperasi dan UMKM. Pihaknya mengharapkan koperasi dan UKM dapat memanfaatkan sepenuhnya teknologi digital.

Di sisi lain, penyiapan kewirausahaan berbasis teknologi digital dan kreativitas yang akan didominasi para pemuda yang milenial juga menjadi aspek utama pembahasan dalam kelompok kerja 2.

Untuk kelompok kerja 3 atau terakhir, akan membahas strategi lintas kementerian untuk pendataan lengkap koperasi dan UMKM.

Baca juga: Presiden: Produk UMKM Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Antara lain meliputi pemetaan peran pemerintah pusat dan daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun bisnis dalam membangun basis data tunggal koperasi dan UMKM. Serta optimalisasi peran wali data maupun produsen data di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dalam mengisi dan memperbaharui data koperasi dan UMKM.

Perlu diketahui, sebelumnya dalam pembukaan Rakornas ini, Presiden Joko Widodo menargetkan sebanyak 20 juta pelaku UMKM dapat onboarding ke ekosistem digital pada tahun 2022 ini sejalan dengan meningkat pesatnya pasar ekonomi digital. (Des/A-3)

BERITA TERKAIT