25 March 2022, 16:23 WIB

Kanada akan Genjot Ekspor Minyak Gantikan Pasokan Rusia


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Equinor.
 AFP/Equinor.
Rencana kapal North Bay Floating Production Storage and Offloading di Kanada.

KANADA akan meningkatkan ekspor minyak sekitar 5% untuk membantu mengatasi kekurangan pasokan yang dihadapi oleh sekutu karena menghindari energi Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina.

"Teman-teman dan sekutu Eropa kami membutuhkan Kanada dan lainnya untuk melangkah. Mereka memberi tahu kami bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk melepaskan minyak dan gas Rusia dalam jangka pendek," kata Menteri Sumber Daya Jonathan Wilkinson dalam suatu pernyataan, Kamis (24/3). 

Kanada, "Diposisikan secara unik untuk membantu," katanya. Ottawa akan terus bekerja dengan mitra internasional untuk mendukung pasar energi internasional.

Wilkinson mengambil bagian pada Kamis dalam pertemuan menteri Badan Energi Internasional (IEA) di Paris. "Menanggapi permintaan bantuan dari sekutu untuk mengatasi kekurangan pasokan akibat konflik di Ukraina, industri Kanada memiliki kapasitas untuk secara bertahap meningkatkan ekspor minyak dan gasnya pada 2022 hingga 300.000 barel per hari dengan tujuan menggantikan minyak dan gas Rusia," ujarnya.

Ben Brunnen dari Asosiasi Produsen Minyak Kanada mengatakan peningkatan produksi jangka pendek membawa risiko bagi industri negara itu. "Dan pada akhirnya, kami tidak memiliki pasar yang cukup untuk benar-benar membuat perbedaan substansial," katanya kepada AFP.

Seorang sumber pemerintah mengatakan meskipun Kanada tidak dapat mengontrol tujuan spesifik minyak. Begitu ada di pasar, itu membantu meningkatkan pasokan dan ini akan membantu sekutu Eropa. 

Baca juga: Janji Nol Emisi, Puluhan Bank Besar Danai Bahan Bakar Fosil

Kanada ialah produsen minyak terbesar keempat di dunia. IEA pekan lalu mendesak pemerintah untuk segera menerapkan langkah-langkah untuk memotong konsumsi minyak global menyusul kekhawatiran pasokan yang berasal dari invasi Rusia.

Pecahnya perang di Ukraina telah mengirim harga bahan bakar naik tajam dan menyebabkan ekonomi utama, seperti Amerika Serikat dan Kanada, mengenakan sanksi kepada Rusia dengan melarang impor minyaknya. Harga minyak turun Kamis pagi, dengan minyak mentah Brent North Sea, patokan internasional utama, turun di bawah US$120 per barel untuk diperdagangkan di sekitar US$116. Harga telah naik dalam beberapa hari terakhir sebagian karena para pedagang percaya Uni Eropa dapat segera menjatuhkan sanksi pada minyak Rusia. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT