25 March 2022, 08:16 WIB

Janji Nol Emisi, Puluhan Bank Besar Danai Bahan Bakar Fosil


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Michel Euler.
 AFP/Michel Euler.
Logo JP Morgan.

SEJUMLAH bank besar terus menggelontorkan ratusan triliun dolar AS untuk ekstraksi bahan bakar fosil. Ini bertentangan dengan janji mereka untuk mengurangi emisi karbon yang mendorong perubahan iklim yang mematikan.

Analisis oleh lembaga think tank InfluenceMap yang berbasis di London menemukan bahwa 30 kelompok keuangan terbesar yang terdaftar di dunia memberikan US$740 miliar kepada produsen bahan bakar fosil pada 2020 dan 2021. Selain itu, terdapat miliaran lagi dalam investasi.

Dikatakan, penyedia pembiayaan bahan bakar fosil terbesar ialah JP Morgan dengan US$81 miliar, Citigroup dengan $69 miliar, dan Bank of America dengan US$55 miliar. "Ada keterputusan yang mencolok antara yang mereka katakan tentang perubahan iklim dan yang sebenarnya mereka lakukan," kata penulis laporan itu, Eden Coates.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB mengatakan emisi karbondioksida global harus mencapai nol bersih pada 2050 jika pemanasan global ingin dibatasi hingga 1,5 derajat celsius untuk mengekang dampak bencana. Badan Energi Internasional (IEA) pada 2021 menerbitkan peta jalan yang menunjukkan bahwa untuk melakukan peralihan energi untuk memenuhi target ini tidak boleh ada investasi dalam proyek pasokan bahan bakar fosil baru.

Semua, kecuali satu dari 30 bank yang disurvei, telah berkomitmen untuk mencapai nol bersih pada 2050. Laporan tersebut menemukan bahwa perusahaan juga merupakan anggota kelompok yang melobi untuk melemahkan kebijakan keuangan hijau.

Para penggiat melihat temuan semacam itu sebagai bukti 'pencucian hijau' (greenwashing) yaitu perusahaan-perusahaan yang meneriakkan janji iklim sambil mengambil tindakan yang merusak tujuan-tujuan itu. Mereka mengatakan pemegang saham harus menekan perusahaan untuk mengurangi kerusakan akibat perubahan iklim.

"Setiap bank yang membuat janji net sero sementara secara aktif melobi terhadap peraturan iklim yang diperlukan, seperti pengungkapan wajib emisi peminjam dan rencana aksi iklim, ialah pencucian hijau," ujar Christopher Hohn, manajer dana miliarder yang dikenal sebagai investor aktivis, dalam pernyataan menanggapi laporan tersebut. "Pemegang saham harus memberikan suara menentang direktur bank yang menyembunyikan eksposur mereka terhadap risiko iklim."

Baca juga: Stellantis Bersama LG Buat Baterai Kendaraan Listrik di Kanada

InfluenceMap menilai kebijakan dan aktivitas iklim dalam pernyataan perusahaan bank serta menggunakan data dan tolok ukur berbasis sains untuk mengukur implementasinya. Dikatakan perusahaan diberi kesempatan untuk meninjau dan menanggapi analisis. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT