24 March 2022, 13:51 WIB

Dua Bulan Pertama 2022, Transaksi Perdagangan Kripto Capai Rp83,8 Triliun


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Pelaku bisnis Kripto, Nanda Rizal memantau grafik perkembangan nilai aset kripto, Bitcoin di Malang, Jawa Timur, Sabtu (12/3).

PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana menuturkan, transaksi nilai perdagangan aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp83,8 triliun dalam dua bulan pertama 2022. Perdagangan aset kripto disebut meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

"Sampai Februari 2022 transaksi aset kripto telah mencapai Rp83,8 triliun dengan jumlah pelanggan 12,4 juta orang, atau bertambah sebanyak 532.102 orang pelanggan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Kamis (24/3).

Bahkan di 2021 transaksi perdagangan aset kripto meningkat 1.222,84% menjadi Rp859,4 triliun dari realisasi 2020 yang hanya Rp64,9 triliun. Puncak peningkatan transaksi aset kripto disebut terjadi pada April dan Mei 2021.

Wisnu mengatakan, nilai transaksi perdagangan aset kripto yang fantastis itu mendorong Bappebti berfokus pada ekosistem perdagangan aset tersebut.

"Pada tahun ini kegiatan lebih fokus pada pembentukan ekosistem perdagangan aset kripto. Penyusunan pertemuan pengawasan dan pelaporan pelaku usaha di bidang aset kripto dan pengembangan pengawasan aset kripto," terangnya.

Bappebti telah menetapkan jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di Indonesia. Berdasarkan peraturan Bappebti 7/2020, terdapat 299 aset kripto yang dapat diperdagangkan saat ini. Namun jenis aset tersebut akan terus dievaluasi mengikuti arah perkembangan perdagangan aset kripto.

Saat ini, kata Wisnu, ada 18 calon entitas pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti. Namun dari jumlah itu, terdapat satu perusahaan yang dibekukan lantaran tidak memenuhi kewajibannya.

Dalam upaya mengendalikan dan menjaga keamanan perdagangan aset kripto, Bappebti telah menetapkan pengaturan ketentuan, antara lain, pedagang aset kripto wajib melakukan KYC dan customer due dilligen atau enhance due dilliigence saat menerima pelanggan. Bila telah sesuai, pelanggan dapat diberikan akun untuk transaksi perdagangan aset kripto.

Wisnu menyampaikan, pada 2021 telah dilakukan 1.222 penindakan terhadap pelaku Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK) yang terdiri dari pemblokiran situs sebanyak 1.108, pemblokiran aplikasi sebanyak 88, dan pemblokiran halaman sosmed sebanyak 26.

"Dalam upaya mencegah investasi ilegal, Bappebti meningkatkan pengawasan dan pengamatan terhadap modus baru yang sedang berkembang, mendeteksi dini, pencegahan, sehubungan dengan modus berkedok perdagangan berjangka komoditi," pungkasnya. (E-3)

BERITA TERKAIT