08 March 2022, 18:14 WIB

Dapat Bantuan Tunai Rp600 Ribu, Pedagang: Berapapun kami Bersyukur


Rahmatul Fajri | Ekonomi

ANTARA FOTO/Fauzan
 ANTARA FOTO/Fauzan
Pedagang pasar

PARA pedagang antusias menyambut bantuan tunai sebesar Rp600 ribu yang dikucurkan oleh pemerintah. Salah satu pemilik warung di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Suarti berharap bantuan tersebut dapat diserahkan dalam waktu dekat. Ia mengatakan setiap bantuan yang diberikan akan sangat berarti, terutama saat ini masih pandemi covid-19.

"Mau bantuan apa pun berapa pun jumlahnya itu kami sangat bersyukur. Satu hingga dua tahun ini kan kerasa ya sejak pandemi dari penjualan menurun. Saya harap sih segera diserahkan ya bantuan itu," kata Suarti, Selasa (8/3).

Suarti berharap bantuan tersebut dapat tepat sasaran. Selain itu, bagi pedagang yang berhak mendapatkan bantuan dapat dipermudah penyalurannya.

"Jangan dibuat ribet saja intinya. Kadang kan kita sudah berharap, tapi nanti dipersulit," katanya.

Sementara itu, pedagang buah di Pasar Kebayoran Lama, Asep mengaku belum mengetahui adanya bantuan tunai tersebut. Ia berharap akan ada sosialisasi lebih lanjut dan bisa mengetahui apakah dirinya juga dapat kucuran dana segar tersebut.

Baca juga: Digitalisasi Jadi Kunci Pertumbuhan UMKM

"Kalau untuk pedagang kaki lima juga harusnya saya dapat bantuan itu, ya. Tapi, saya belum tahu bagaimana prosesnya. Semoga ada sosialisasi lebih lanjut saja sih dan bantuannya bisa tepat sasaran," kata Asep.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah akan mengucurkan bantuan tunai sebesar Rp600 ribu bagi tiap pedagang kaki lima (PKL), pemilik warung, dan nelayan. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 2,76 juta penerima.

“Terkait bantuan tunai pedagang kaki lima dan nelayan ini sudah disiapkan untuk 2,76 juta penerima, terdiri dari satu juta pedagang kaki lima/warung dan 1,76 juta nelayan,” ujarnya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (8/3).

Dia menjelaskan, bantuan tunai tersebut bakal disalurkan oleh TNI dan Polri di kabupaten/kota lewat program prioritas pemerintah, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2022.

Pada tahun lalu, mekanisme penyaluran bantuan ialah calon penerima yang telah terdata dan terverifikasi oleh pemerintah bakal menerima undangan pengambilan bantuan di Kantor Polres atau Kodim setempat.

“Disalurkan oleh TNI-Polri dengan jumlah Rp600 ribu per orang dan ini di kabupaten/kota prioritas untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem tersebut," kata Airlangga.

Di satu sisi, Menko Perekonomian menerangkan, terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah akan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR tiga persen hingga Desember 2022. Penambahan anggaram subsidi untuk periode Juli hingga Desember tahun ini membutuhkan alokasi sebesar Rp6,33 triliun.

“Terkait dengan fasilitas bunga KUR, sudah mendapatkan tambahan subsidi sampai Juli – Desember. Total anggaran subsidi KUR di tahun 2022 sejumlah Rp11,97 triliun dan ini diambilkan dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau Dana PEN,” pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT