07 March 2022, 15:55 WIB

Pemerintah Hapus Persyaratan Antigen-PCR Negatif untuk Perjalanan


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MI/Arnold Tanti
 MI/Arnold Tanti
Ilustrasi. Penumpang melihat jadwal keberangkatan pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

DALAM rangka transisi menuju aktivitas normal, mulai Senin (7/3) Pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan bagi pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat. Bagi mereka yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua atau lengkap, sudah tidak perlu menunjukan bukti tes antigen maupun PCR negatif.

"Hal ini akan ditetapkan dalam surat edaran yang akan diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait yang akan terbit dalam waktu dekat," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dalam konferensi pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (7/3).

Seluruh kegiatan kompetisi olahraga juga dapat menerima penonton dengan syarat sudah melakukan vaksinasi booster dan menggunakan Peduli Lindungi, dengan kapasitas  sebagai berikut, Level 4: 25%, Level 3: 50%, Level 2: 75 % dan Level 1: 100 %.

Selain kebijakan baru yang akan diberlakukan, dalam ratas yang digelar Senin (7/3), Luhut juga melaporkan kesiapan Bali dalam menggelar kebijakan ujicoba tanpa karantina.

"Dalam Ratas hari ini, Presiden telah menyetujui untuk dapat dilakukan ujicoba tanpa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mulai 7 Maret 2022 di Provinsi Bali namun dengan persyaratan," kata Luhut.

Persyaratan tersebut antara lain, PPLN yang datang harus menunjukan paid booking hotel yang sudah dibayar minimal 4 hari atau menunjukan bukti domisili di Bali bagi WNI. Kedua, PPLN yang masuk harus sudah vaksinasi lengkap/booster.

Ketiga, PPLN melakukan entry PCR-test dan menunggu di kamar hotel hingga hasil test negatif keluar. Setelah negatif bisa bebas beraktivitas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Keempat, PPLN kembali melakukan PCR-test di hari ke-3 di hotel masing-masing dan PPLN tetap harus memiliki asuransi kesehatan yang menjamin Covid-19 sesuai ketentuan.

Ajang internasional yang dilakukan di Bali selama masa uji coba menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat sesuai standar G20. Penerapan Visa on Arrival diberlakukan untuk 23 negara yaitu negara Asia Tenggara, Australia, AS, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Italia, Selandia Baru, Turki, Uni Emirat Arab (UAE).

Pengetatan protokol kesehatan dan penggunaan Peduli Lindungi di berbagai tempat. Akselerasi vaksin booster Bali mencapai 30% dalam 1 pekan ke depan. "Jika uji coba ini berhasil, maka kami akan memberlakukan pembebasan karantina bagi seluruh PPLN pada tanggal 1 April 2022 atau lebih cepat," kata Luhut.

Tingkat mobilitas masyarakat terlihat kembali meningkat cukup tinggi, dalam pergerakan data google mobility dalam sepekan terakhir. Seiring membaiknya kondisi pandemi dan meningkatnya mobilitas masyarakat, Pemerintah terus mendorong tingkat kekebalan masyarakat dengan mengakselerasi capaian vaksinasi dosis kedua utamanya bagi lansia.

Saat ini capaian dosis vaksinasi untuk lansia sudah berada di angka 62% untuk seluruh wilayah Jawa Bali. Pemerintah akan terus mengejar capaian vaksinasi untuk dapat lebih tinggi lagi. Pemerintah juga meminta kepada seluruh wilayah Kabupaten Kota di Jawa Bali untuk terus mendorong vaksinasi booster yang masih di bawah 10% di Jawa-Bali.

"Saya juga meminta kesediaan masyarakat untuk kembali mendatangi gerai-gerai vaksin yang tersedia demi pulihnya dan membaiknya penanganan pandemi ini," kata Luhut.

Semua kebijakan dalam proses transisi yang akan dilakukan bersama bersama-sama, dan bukan dilakukan secara terburu-buru. Indonesia sudah harus siap untuk menuju proses transisi secara bertahap dengan menerapkan kebijakan berbasiskan data-data yang ada.

"Semua upaya yang ada hari ini perlu didukung keterlibatan masyarakat yang baik dan juga edukasi mumpuni yang akan terus dilakukan oleh Pemerintah agar berdampingan bersama Covid-19 nantinya bukan hanya slogan saja," kata Luhut. (Try/A-1)

 

BERITA TERKAIT