07 March 2022, 14:11 WIB

NasDem Minta Pemerintah Fokus Tangani Kebutuhan Pokok


Cahya Mulyana | Ekonomi

ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
 ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Pedagang menata cabai merah di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Senin (7/3). Harga cabai merah naik menjadi Rp56 ribu per kg.   

KENAIKAN harga berbagai kebutuhan pokok membuat Ketua Koordinasi Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem, Suyoto prihatin. Akibat dari meroketnya harga lsembilan bahan pokok (Sembako) membuat beban kehidupan masyarakat bertambah berat.

"Sekarang pemerintah harus selesaikan berbagai masalah kebutuhan pokok yang harganya terus naik. Pemerintah fokus soal kebutuhan pokok misalnya minyak goreng, kedelai, telur ayam, cabai dan lainnya," ujar Suyoto dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/3/2).

Suyoto mengatakan bulan depan akan memasuki bulan ramadan. Berbagai kebutuhan hidup lainnya pasti ikut mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi lagi.

Baca juga: Harga Sembako Naik, Pedagang Makanan Untung Tipis

Dilanjutkan dia, nyatanya tak hanya kebutuhan pokok saja yang naik, harga pupuk, gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga ikut naik. Karenanya, pemerintah harus mencari cara agar kenaikan harga tidak membuat masyarakat terbebani. "Pemerintah, tolong dengarkan jeritan masyarakat," ujar Suyoto.

Bupati Bojonegoro dua periode ini mengusulkan agar pemerintah menggunakan maping data yang benar untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Menurut Suyoto, naiknya harga karena kebutuhan juga naik, karenanya suplai (pasokan barang kebutuhan pokok) harus terpenuhi dan berjalan dengan baik.

"Pemerintah itu tahu produksi, tahu supply-nya dan tahu kebutuhan sehingga harus bekerja dengan tepat dan cepat. Pemerintah juga mempunyai basis data yang baik sehingga jangan hanya jadi pemadam kebakaran ketika harga naik baru bergerak," kritiknya.

Seperti diketahui, sudah dua bulan lebih masyarakat dibebankan dengan naiknya harga minyak goreng. Kalaupun ada yang murah harus antre hingga berjam-jam hanya untuk dua liter minyak goreng.

Belum selesai dengan minyak goreng, harga telur, kedelai, daging, cabe, tahu, tempe, hingga LPG nonsubsidi ikut terdampak. (Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT