01 March 2022, 22:50 WIB

Investor Diajak Memanfaatkan Right Issue Bank BJB


Bayu Anggoro | Ekonomi

MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO
Direksi Bank BJB pada acara Investor Gathering 


KINERJA baik Bank BJB pada 2021 menjadi modal bagi investor untuk memercayakan investasi di bank tersebut. Salah satunya dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan right issue yang masa perdagangannya berlangsung 9-16 Maret 2022.

Ajakan itu disampaikan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi saat
menghadiri Investor Gathering Bank BJB. Pada kesempatan itu, dia
memaparkan sejumlah indikasi positif kemajuan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk tersebut mulai dari laba bersih dan kredit yang meningkat hingga terus ditekannya non performance loan (NPL).

"Sampai 31 Oktober 2021, laba bersih Bank BJB naik 24,8% (yoy)
menjadi Rp1,6 triliun," katanya dalam acara yang digelar secara hybrid
tersebut, Selasa (1/3).

Pertumbuhan kredit Bank BJB hingga Oktober juga menunjukkan kemajuan berarti. Total kredit tumbuh 5,9% menjadi Rp94,9 triliun, ditopang kenaikan kredit konsumer sebesar 2,6% menjadi Rp61,1 triliun.

Total aset pun terus menjulang. Kini, Bank BJB, entitas berkode saham BJBR di Bursa Efek Indonesia itu memiliki aset Rp161,8 triliun. "Tumbuh 3,6% year on year," tambah Yuddy.

Tak hanya itu, menurut Yuddy, Bank BJB  juga berhasil menekan tingkat kredit bermasalah atau non performing loan hingga sekitar 1,3  persen.

"Minggu depan, kita akan gelar analys meeting. Insya Allah, performa
akan lebih baik di akhir 2021," sebutnya.

Meskipun analyst meeting baru akan digelar pekan depan, Yuddy sudah
menunjukkan optimismenya. Dia berkeyakinan, dengan laporan keuangan yang pencatatannya sangat baik, laba bersih Bank BJB 2021 lebih
baik dibanding tahun sebelumnya.

NPL lebih bisa ditekan ketimbang angka yang lebih rendah dibanding
Oktober 2021. "Kami selalu menjaga Bank BJB harus tumbuh lebih baik,
lebih sehat," tegasnya.

Karena itulah, dia menyatakan dengan kinerja keuangan dan rencana
strategis yang dimiliki, pihaknya yakin right issue atau hak memesan
efek terlebih dahulu (HMETD) akan diminati kalangan investor.

"Saya ajak investor dan pemegang saham untuk tak pernah ragu mengambil HMETD. Kami mengajak yang belum, segera memiliki saham BJBR," ujarnya.

Selain performa keuangan yang kinclong, Yuddy juga menyebutkan keinginan Bank BJB menjadi bank hybrid terus dipacu. Hal ini akan
menarik minat nasabah dari kalangan apa saja, baik konvensional maupun
milenial.

"Untuk kalangan milenial, kami sedang menyiapkan super apps bjb DIGI
yang akan diluncurkan Mei nanti," ucapnya.


Ekosistem digital


Direktur Information Technology, Treasury and International  Banking Bank BJB Rio Lanasier mengatakan pembangunan ekosistem digital itu merupakan komitmen yang segera terwujud.

Untuk itu, Bank BJB bekerja sama dengan Amazon Web Service (AWS) dan PT
DCI Indonesia Tbk (DCI) guna mendukung information technology (IT)
digital enablement. Tak hanya itu, Bank BJB juga meraih sertifikasi
Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi (ISO 20000) dan Sistem
Manajemen Keamanan Informasi (ISO 27001).

Sertifikat itu menunjukkan komitmen kuat dari Bank BJB kepada nasabah
untuk memberikan layanan terbaik yang didukung dengan keamanan informasi yang terstandarisasi dalam aspek confidentiality, integrity and availability di dalam penggunaan layanan digital banking.

"Super apps bjb DIGI ini sekarang dalam tahap tes terakhir. Kemungkinan akan dirilis Mei 2022, bersamaan dengan HUT Bank BJB," sebutnya.

Rio menuturkan super apps itu dibangun untuk mempermudah masyarakat
mendapatkan layanan perbankan. Tak hanya kepada nasabah, super apps itu
itu bisa melayani masyarakat yang belum menjadi nasabah.

"Untuk capex super apps ini nilainya sebesar Rp500 miliar yang digelontorkan secara berkesinambungan. Multiyears karena digitalisasi
tak mungkin satu tahun satu titik. Targetnya, kita perkuat ekosistem,
terutama ASN dan milenial digicash," katanya.

Dia memastikan, Bank BJB akan meningkatkan kapasitas hardware hingga
15 juta pengguna. Hal itu dilakukan berdasarkan pertumbuhan yang relatif cepat untuk pengguna layanan digital tersebut.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank BJB Nia Kania menyebutkan performa keuangan hingga saat ini menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor kredit pun diharapkan dapat tumbuh 9%-10% tahun ini dengan NPL yang terjaga di level 1.3-1.6%.

"Hingga 28 Februari 2022, revenue kita tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhannya naik double digit, lebih
dari 20% (yoy)," kata Nia.

Terkait persiapan menjadi bank hybrid, Direktur Operasional Bank BJB  Tedi Setiawan menegaskan proses pengembangan super apps bjb DIGI itu diakuinya beriringan dengan pembangunan human capital.

Dia menyebutkan, insan Bank BJB kini didominasi kaum milenial. Pasalnya, 85%-90% karyawan itu tergolong milenial yang relatif lebih ramah terhadap digitalisasi.

"Sekarang, layanan Bank BJB 70:30 didominasi offline. Ke depan, bukan
mustahil porsi itu akan terbalik dengan dominasi online. Untuk itu super apps hadir," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT