01 March 2022, 13:58 WIB

2021, Produksi Beras RI Turun 0,14 Juta Ton


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Pekerja mengemas produk beras premium di pabrik penggilingan wilayah Sumbawa Besar, NTB.

BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan produksi beras sebesar 0,14 juta ton. Dari 31,50 juta ton pada 2020 menjadi 31,36 juta ton di sepanjang 2021. 

Penurunan produksi beras itu selaras dengan turunnya luas panen yang menyusut 0,25 juta hektare (ha) menjadi 10,41 juta ha.

"Produksi beras untuk pangan mengalami penurunan 0,14 juta ton, atau 0,45% dari total produksi beras di 2020 sebesar 31,50 juta ton," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers, Selasa (1/3).

Baca juga: Nilai Tukar Petani Naik 0,15% pada Februari

Menurutnya, penurunan luas lahan panen pada 2021 disebabkan beberapa faktor. Pertama, terjadinya kemarau tinggi pada Agustus-September 2021 dan menyebabkan kekeringan. Sehingga, mengurangi luas panen dibandingkan periode yang sama di 2020.

Kedua, adanya peralihan penanaman dari padi ke tanaman lain, karena kekurangan air akibat kemarau. Ketiga, adanya bencana alam, seperti banjir, erupsi gunung, hingga serangan hama di beberapa wilayah.

"Faktor lain adalah intensitas curah hujan yang cukup tinggi di akhir 2021. Sehingga, berdampak pada luas panen Oktober-Desember 2021," jelas Setianto.

Baca juga: Warga Bulukumba Mengeluhkan Beras Bansos Kuning dan Berbau

Namun, berdasarkan hasil pengamatan dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan pada Februari 2022, diperkirakan potensi luas panen pada supron pertama (Januari-April) 2022 akan mencapai 4,81 juta ha.

Potensi luas panen itu lebih tinggi 8,58%, atau 0,38 juta hektare dari realisasi luas panen supron pertama di 2020. Naiknya potensi luas panen supron pertama juga diyakini mendorong peningkatan produksi padi dan beras di periode sama.

Untuk produksi padi, diperkirakan meningkat 25,40 juta ton, atau naik 1,82 juta ton dari realisasi produksi padi di supron pertama 2021, yakni 23,58 juta ton. Sedangkan, produksi beras diperkirakan mencapai 14,36 juta ton, atau naik 1,05 juta ton dibandingkan supron pertama 2021 sebesar 13,58 juta ton.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT