24 February 2022, 20:15 WIB

Hubungan Rusia-Ukraina Memanas, Pertamina: Harga BBM Mau Disesuaikan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/Moh Irfan
 MI/Moh Irfan
Petugas SPBU Pertamina saat mengisi bahan bakar minyak ke kendaraan konsumen.

PT Pertamina (Persero) mengisyaratkan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat ketegangan antara Rusia-Ukraina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyebut kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus US$100 per barel, menekan kinerja keuangan hilir perseroan.

"Pertamina terus melakukan kajian dan evaluasi. Serta, berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait rencana penyesuaian harga jual eceran BBM nonsubsidi," ujar Fajriyah kepada Media Indonesia, Kamis (24/2).

Baca juga: Rusia Serang Ukraina, Harga Minyak Dunia Tembus US$100/Barel

Adapun penyesuaian tarif BBM, lanjut dia, akan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar.

Selain itu, Pertamina juga memastikan stok BBM di dalam negeri dalam kondisi aman. Perseroan memiliki sumber pasokan minyak dan LPG yang fleksibel. Dalam hal ini, bisa ditopang dari pasokan domestik maupun dari negara lainnya.

Baca juga: Dampak Konflik Rusia-Ukraina pada IHSG Hanya Sementara

"Mekanisme pengadaan pun berbasis long term, serta penyesuaian short term. Baik untuk minyak mentah maupun produk BBM dan LPG. Ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan yang matang," imbuh Fajriyah.

Lebih lanjut, dia menjelaskan sebagian kebutuhan minyak mentah di dalam negeri disuplai melalui portfolio Pertamina, yaitu dari Subholding Upstream dan juga produksi dalam negeri. Perseroan juga terus memantau kondisi global, khususnya terkait suplai minyak akibat dinamika politik Rusia-Ukraina.(OL-11)

BERITA TERKAIT