17 February 2022, 20:10 WIB

Target Pasar Global, Kemendag Sosialisasikan Good Design Indonesia 2022


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menghadiri sosialisasi GDI 2022 di Bandung, Kamis (17/2).

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) kembali membuka peluang bagi karya-karya desain terbaik Indonesia untuk ikut serta dalam Good Design Indonesia (GDI) 2022.

Untuk menarik lebih banyak peserta berbakat dan potensial, Kemendag memulai sosialisasi GDI 2022 secara hibrida dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat pada Kamis (17/2) di Bandung, Jawa Barat.

“GDI 2022 berperan mendukung usaha pemerintah mempertahankan momentum peningkatan ekspor nonmigas. Pengembangan desain berkaitan erat dengan perdagangan dan pemulihan ekonomi nasional," ungkap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi secara terpisah.

"Berkat desain berkualitas, suatu produk dan jasa akan memiliki nilai tambah dan nilai komersil tinggi di pasar domestik maupun internasional,” ucap Lutfi.

Kemendag, lanjut Mendag Lutfi, akanmembuka gerbang menuju pasar ekspor dan mempertemukan eksportir dengan calon buyer.

“Kemendag juga siap memfasilitasi proses negosiasinya hingga mencapai kesepakatan dagang. Singkatnya, desain baik, ekspor naik!” jelas Mendag Lutfi.

Sementara itu, pada peluncuran sosialisasi GDI 2022, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menyampaikan, di tahun keenam gelaran GDI ini, Kemendag bersama praktisi desain Indonesia terus mengkurasi produk-produk lokal bernilai tambah yang selaras dengan tren desain dan selera pasar global.

“Melalui GDI 2022, diharapkan produk-produk lokal akan memiliki nilai lebih saat ekspor dan mampu bersaing di pasar global,” imbuh Didi.

Penyelenggaraan GDI, lanjutDidi, pada esensinya merupakan upaya Kemendag untuk mengkurasi produkatau jasa bernilai tambah sesuai tren desain dan selera pasar global. Adanya nilai tambah dapat menjadi penentu bagi buyer dalam memilih barang dan jasa.

“Salah satu carabuyer memilih barang dan jasa yang ditawarkan adalah mempertimbangkan nilai tambah yang memberi keunggulan dan manfaat lebih bagi penggunanya," jelasnya.

"Produk dan jasa bernilai tambah yang berhasil meraih penghargaan GDI inilah yang kemudian kami prioritaskan untuk dipromosikan kepada calon buyer di negara-negara mitra dagang Indonesia,” ungkap Didi.

Pendaftaran GDI 2022 dibuka pada 20 Januari 2022 dan akan ditutup pada 31 Maret 2022.

Terdapat 17 kategori produk pada GDI 2020 yang antara lain meliputi bidang kerajinan, aksesori, dekorasirumah, furnitur, alas kaki, kendaraan, desain arsitektur dan konstruksi bangunan, desain aktivitas masyarakat, fasilitas ruang publik, aplikasi daring, peralatan rumah tangga dan berkebun, serta desain material bangunan.

Pendaftaran GDI 2022 dan informasi lengkapmengenai kategori dapat dilihat di tautan iddc.kemendag.go.id/gdi

Pada peluncuran sosialisasi GDI 2022 di Bandung ini, perwakilan Juri GDI dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Mira Prihatinimengatakan, rincian kategorisasi produk GDI menunjukkan Kemendag memberi perhatian lebih pada perkembangan desain industri yang pada muaranya bisa menjadi sumber ekonomi bagi desainer, pengusaha, perajin, dan komunitas setempat.

Sementara itu, Pemenang GDI Best 2021 Eugenio Hendromenjelaskan, Kemendag secara proaktif mempromosikan produk pemenang pada beberapa pameran di dalam dan luar negeri.

Menurut Eugenio, Kemendag menempatkan pemenang GDI sebagai mitra pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan ekspor nonmigas.

Berkolaborasi dengan PT Karya Dua Anyam, desainer produk lulusan Institut Teknologi Bandung ini menghasilkan karya bertajuk Jukung yang berhasil menyabet penghargaan Good Design Award (GDA) ke-63 di Jepang melalui fasilitasi dan dukungan Kemendag.

Berdasarkan data BadanPusatStatistik (BPS), ekspor nonmigas Indonesia tahun 2021 tercatatsebesarUSD 219,25 miliar, atau naik 41,50 persen dibandingkan 2020 yang senilai USD 154,94 miliar. Sementara di awal tahun 2022, transaksi ekspor nonmigas Indonesia tercatat USD 18,26 miliar pada Januari 2022 atau naik 26,74 persen dibandingkan periode yang samatahunlalu. 

Komoditas yang mengalami peningkatan permintaan dunia adalah logam mulia dan perhiasan/permata (87,69%), bahan kimia anorganik (56,21%); alas kaki (4,14%), serta logam tidak mulia lainnya (179,72%).

Tiga besar negara pengimpor produk dari Indonesia adalah Tiongkok (USD 3,51 miliar), Amerika Serikat (USD 2,56 miliar) dan Jepang (USD 1,51 miliar).

Banyak Lahir dari Bandung

Berdasarkan data BPS, provinsi yang berkontribusi terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari 2022 adalah Jawa Barat dengan capaian USD 3,11 miliar atau 16,2% dari total ekspor. 

Provinsi tersebut juga merupakan salah satu sentra pengembangan desaindiIndonesia yang ditandai dengan bermunculannya unit-unit usaha baru atau start up oleh para desainer dengan memberdayakan perajin lokal.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Miftah Farid mengungkapkan, Bandung dipilih sebagai kota pertama dalam rangkaian kegiatan sosialisasi GDI 2022 karena di kota ini banyak lahir desainer-desainer andal dengan potensi besar untuk merambah pasar ekspor.

“Selain itu, di ProvinsiJawa Barat juga terdapat sejumlah perusahaan besar, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, yang mampu memproduksi produk dan jasa bernilai tambah melalui kolaborasi dengan desainer lokal," jelasnya.

"Para desainer tersebut memiliki kapasitas dalam menulis storytelling yang efektif untuk menyampaikan pesan dan makna di balik suatu ide desain,” imbuh Miftah. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT