08 February 2022, 08:06 WIB

Bank Mandiri Kembali Gelar Mandiri Investment Forum


mediandonesia.com | Ekonomi

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Bank Mandiri menggelar Mandiri Investment Forum 2022 yang diproyeksikan akan diikuti lebih dari 20 ribu peserta dari dalam dan luar negeri.

BANK Mandiri akan mengadakan sebuah forum investasi terbesar di Indonesia, yaitu Mandiri Investment Forum (MIF) 2022, yang merupakan kolaborasi antara Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas serta didukung Kementerian Investasi. Event MIF 2022 ini merupakan yang ke-11 kalinya diselenggarakan dan ditujukan untuk memberi kesempatan kepada para investor untuk mendengarkan serta menyimak berbagai isu ekonomi dan investasi di Indonesia.

MIF 2022 merupakan forum yang sangat strategis untuk memahami bagaimana kondisi ekonomi dan strategi bisnis ke depan di tengah siklus pemulihan ekonomi Indonesia. Forum ini akan memberikan berbagai penjelasan dan pemahaman mengenai potensi bisnis sejalan dengan perekonomian yang akan mengalami akselerasi dalam beberapa tahun ke depan serta memberikan akses informasi kepada para peserta untuk mendengarkan secara langsung berbagai pandangan dan prespektif dari para pembicara terkemuka, yang meliputi sejumlah menteri Kabinet RI, Gubernur Bank Indonesia, para pimpinan perusahaan dan profesional di bidang masing-masing.

Baca juga: Mandiri Investment Forum 2022 Hadirkan Ribuan Investor Dunia, Catat Agendanya

Sementara itu, pada acara puncak Macro Day yang dihelat 9 Februari 2022 akan lebih banyak membahas strategi ataupun kebijakan yang akan ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia, dalam rangka menyeimbangkan antara menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong percepatan pemulihan di tengah tantangan normalisasi kebijakan yang dilakukan banyak negara di dunia, terutama negara-negara maju.

Kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi antara lain dilakukan melalui kebijakan reformasi struktural dan percepatan transformasi digital serta perekonomian berbasis ESG (environmental, social, and governance) dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.   

Kita semua optimistis bahwa kondisi di ekonomi pada tahun ini akan lebih baik jika dibandingkan dengan 2021. Badan Pusat Statistik baru saja memublikasikan data pertumbuhan ekonomi pada Q421, yang juga sekaligus data PDB sepanjang 2021.

PDB Indonesia pada Q421 tumbuh 5,02% yoy, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Q321 yang sebesar 3,51% yoy sejalan dengan pelonggaran PPKM, meningkatnya mobilitas masyarakat dan belanja rumah tangga, serta tingkat keyakinan konsumen yang terus membaik. Sepanjang 2021, PDB domestik tumbuh positif sebesar 3,69%, setelah mengalami kontraksi sebesar 2,07% pada 2020.

Tim ekonomi Bank Mandiri memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini akan mencapai 5,17% yoy, lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu. Namun, kita masih harus tetap waspada terhadap berbagai tantangan yang harus kita hadapi tahun ini dan beberapa tahun ke depan.

Salah satu tantangan terbesar yang harus kita hadapi ialah normalisasi kebijakan moneter atau kenaikan suku bunga kebijakan yang dilakukan negara maju, khususnya Amerika Serikat. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kenaikan inflasi secara signifikan karena dampak dari permasalahan rantai pasok serta kenaikan harga-harga komoditas global.

Dinamika global itu dapat berdampak pada perekonomian Indonesia yang masih berada pada proses pemulihan. Di sisi lain, ruang fiskal untuk mempercepat pemulihan ekonomi juga semakin terbatas, dengan berjalannya proses konsolidasi menuju target defisit fiskal berada di bawah 3% terhadap PDB pada 2023. Berbagai topik strategis ini akan dibahas pada Mandiri Investment Forum 2022.

MIF 2022 akan menjadi sebuah sarana komunikasi antara para penentu kebijakan dan para investor serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mengetahui strategi kebijakan ekonomi yang akan diterapkan demi menjaga momentum pemulihan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dari berbagai risiko dan tantangan yang harus dihadapi. Sesuai dengan tema yang diambil pada MIF 2022 kali ini, ekonomi Indonesia tahun ini bersiap untuk Recapturing the growth momentum. (RO/S2-25)

BERITA TERKAIT