27 January 2022, 14:57 WIB

Mentan Targetkan Tanam 10 Juta Pohon Kopi di Tahun 2022


Despian Nurhidayat | Ekonomi

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
 ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Petani memanen kopi Arabika di ladang kawasan lereng gunung Sindoro Desa Tlahab, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah. 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menargetkan penanaman 10 juta pohon kopi di seluruh Indonesia.

Menurut Mentan, komoditas kopi memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian nasional karena peminat kopi Indonesia tersebar di seluruh dunia.

"Kopi Indonesia adalah kopi tropis yang pasarnya cukup terbuka di dunia. Oleh karena itu Bapak Presiden sudah meminta Kementan bersama seluruh stakeholder yang lain termasuk pemerintah daerah, gubernur dan bupati agar melakukan penanaman kopi sebagai tanaman yang khas. Makanya tahun ini (2022) kita targetkan 10 juta pohon," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (27/1).

Syahrul menambahkan, saat ini produksi kopi sangat menjanjikan, di mana dari berbagai hasil survei dan data statistik yang ada, minum kopi adalah trend yang menjamur di seluruh dunia.

Maka dari itu, Kementan bersama jajaran berharap seluruh cafe di dunia memiliki stok kopi Indonesia sebagai sajian khas nusantara.

"Ingat bahwa kopi adalah trend dunia dan bahasa masyarakat itu melalui minum kopi bersama di setiap tempat dan sudut sudut kota yang ada," ucapnya.

"Makanya kita berharap semua sudut kota dan cafe besar yang ada di dunia itu menjual kopi indonesia. Alhamdulillah kopi Indonesia sangat diminati oleh eksportir dan buyer-buyer antar negara," kata Syahrul.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih atas perhatian Mentan terhadap komoditas kopi di seluruh Indonesia, khususnya di tanah Bandung, Jawa Barat.

Dadang mengaku optimistis kopi di wilayahnya akan terus berkembang dan memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

"Jumlah wilayah Kabupaten Bandung mencapai 174 ribu hektar dan 20 ribu diantaranya adalah perkebunan. Untuk itu saya sampaikan jumlah penduduk Kabupaten Bandung 3,62 juta jiwa. Jadi saya optimis dengan Pertanian mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya secara cepat," ujar Syahrul.

Sementara itu, Plt. Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil menuturkan bahwa gerakan penanaman kopi seindonesia ini akan dibiayai oleh berbagai sumber. Di antaranya dari BPN, CSR dan yang terpenting dibantu dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

"Ini semua dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja atau kekuatan kopi Indonesia. Tentu kita berharap dengan gerakan ini perkopian Indonesia bisa di gerakkan dengan baik," tutup Ali. (Des/OL-09)

BERITA TERKAIT