26 January 2022, 22:49 WIB

Pupuk Indonesia Perkuat Proses Distribusi dan Pengawasan dengan Teknologi Digital 


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Dok. Pupuk Indonesia
 Dok. Pupuk Indonesia
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal

PT Pupuk Indonesia terus memperkuat proses pendistribusian dan pengawasan pupuk bersubsidi ke berbagai daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga pengiriman pupuk dari pabrik sampai ke kios-kios dapat dipantau secara real time. 

“Dengan sistem yang ada sekarang, kita dapat mengetahui posisi barang setiap saat," ujar Gusrizal, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia melalui keterangan resmi, Rabu (26/1). 

Selain dapat mengawasi proses distribusi, sistem yang dinamai Distribution Planning & Control System (DPCS) itu juga mampu mengetahui jumlah stok saat dalam perjalanan (intransit), baik darat maupun saat di pelabuhan. 

Selain data stok, DPCS juga menyajikan data penjualan, alokasi pupuk subsidi di setiap daerah, kapasitas gudang, informasi distributor dan pengecer, hingga kontak staf distribusi dan pemasaran di masing-masing wilayah. Sehingga sistem ini dapat memberikan gambaran utuh terkait pendistribusian pupuk subsidi ke berbagai daerah. 

Baca juga : Menaker Dorong BUMN dan Swasta Pekerjakan Penyandang Disabilitas 

Gusrizal menambahkan DPCS juga dilengkapi fitur peringatan dini atau Early Warning System untuk mendeteksi kondisi stok di daerah yang ditandai dengan indikator warna. 

Warna hijau menggambarkan stok tersedia atau bahkan melebihi ketentuan pemerintah. Warna orange menandakan stok mendekati batas ketentuan. Warna merah yang berarti stok di bawah ketentuan minimum pemerintah. 

“Oleh karena itu, kami senantiasa menjaga agar stok pupuk subsidi selalu berwarna hijau. Jika warna berubah, kita dengan cepat bisa mengantisipasinya dengan mengirimkan stok ke wilayah tersebut,” jelas Gusrizal. 

Dengan demikian, selain dapat memantau penyaluran pupuk subsidi, DPCS juga mampu meningkatkan akurasi perencanaan distribusi. Sistem tersebut juga menjadi alat bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional distribusi sehingga perusahaan dapat memperkuat prinsip 6 tepat, yaitu tepat waktu, tepat tempat, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat harga. (OL-7)

BERITA TERKAIT