26 January 2022, 21:54 WIB

Digitalisasi Dipercaya akan Meningkatkan Kinerja


Gana Buana | Ekonomi

MI
 MI
Pekerja saat memeriksa kualitas cetakan kalender tahun 2022 di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

INTERVENSI teknologi dalam pengelolaan dan eksploitasi nilai tambah diperlukan bagi sektor kemaritiman. Hal ini bisa dilakukan dengan mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) untuk meningkatkan kinerja sektor maritim.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut B Panjaitan menegaskan pentingnya menuju era yang semakin cerdas dan serba terkoneksi. Kehadiran teknologi digital seperti cloud 5G, AI, IOT, harus dimanfaatkan dan tidak bisa dibaikan. 

“Harus dioptimalkan pengaplikasian teknologinya," ujar Menko Luhut dalam webinar bertemakan Recover Together and Recover Stronger: Technology Audit for Smart Maritime and Smart Agriculture secara virtual, Rabu (26/1).

Pengaplikasian teknologinya, kata Luhut, sudah lebih dahulu diterapkan oleh Huawei Indonesia bagi para mitranya. Huawei sebagai perusahaan terkemukan di bidang Kecerdasan Artifisial membicarakan tentang kemampuan dan kapabilitas yang dapat dimanfaatakan dalam mendukung program pemerintah. Khususnya dalam modernisasai sektor maritim melalui smart maritime. 

Ini akan membantu Indonesia menjadi bangsa bahari yang unggul sesuai dengan strategi poros maritim dunia," ujar Luhut.

Baca juga: Geliat Industri Otomotif di Era Digitalisasi dan Otomatisasi

Webinar ini  digelar Inisiasi Auditor Teknologi Indonesia (IATI) bersama Konsorsium Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (Korika), selaras dengan tema pertemuan negara-negara G20 dalam masa Presidensial Indonesia. Tema ini untuk mengetengahkan kembali peran audit teknologi, khususnya dalam penerapan aset teknologi di bidang smart maritime dan smart agriculture. 

Kecerdasan Artifisial di sektor maritim bisa dimanfaatkan pada Smart Port Management, Management of Fisheries, Monitoring of Fish Stocks, serta Conservation of Coastal Ecosystem Services. Bidang-bidang itu dinilai sangat potensial ditingkatkan kualitas pengelolaannya, eksploitasi, maupun penjagaan kelestarian kelautan nasional.

Ketua Dewan Pengawas Korika yang juga Komisaris Utama PT Telkom, Bambang Brodjonegoro, menyebutkan beberapa dampak positif smart maritime. Efisiensi bisnis karena teknologi memberi dampak pada efisensi biaya. Perencanaan pelayaran memberikan perencaan pelayaran dengan situasi terbaik karena di dukung dengan data yang akurat. 

“Pekerjaan maritim dengan teknologi memberi efisiensi jumlah kru yang terlibat tidak harus banyak, lingkungan dan keselamatan karena adanya sensor dan alat komunikasi sehingga bisa meminimalisasi kecelakaan," tandas Bambang. (R-3)

BERITA TERKAIT