26 January 2022, 20:33 WIB

Unilever Dikabarkan bakal PHK 1.500 Karyawannya 


Insi nantika Jelita | Ekonomi

AFP/John Thys
 AFP/John Thys
Kantor Unilever di Amsterdam, Belanda

PERUSAHAAN multinasional yang menghasilkan barang konsumen, Unilever mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.500 pekerja secara global. 

Langkah tersebut akibat tekanan yang meningkat dari investor di Amerika Serikat dan pemegang saham lainnya untuk meningkatkan kinerjanya. 

Perusahaan yang dikenal dengan merek-merek seperti sabun Dove, mayones Hellmann, dan es krim Ben & Jerry's, mengatakan akan mengurangi peran manajemen seniornya sebesar 15% dan lebih banyak jabatan manajemen junior sebesar 5%. 

Unilever, yang berkantor pusat di London, mempekerjakan 149.000 orang di seluruh dunia, termasuk 6.000 di Inggris dan Irlandia. 

Kepala Eksekutif Unilever Alan Jope mengaku, pihaknya telah berada di bawah tekanan selama berbulan-bulan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan penjualan karena perusahaan kehilangan target margin keuntungannya. 

Dalam beberapa hari terakhir terungkap bahwa aktivis investor AS Nelson Peltz telah membangun saham di perusahaan tersebut. 

Baca juga : Masyarakat Adat Kini Lebih Berdaya Kelola Hutan Adat

Setelah Unilever gagal mengambil alih unit perawatan kesehatan yang dimiliki oleh kelompok GlaxoSmithKline (GSK) dengan penawaran akuisisi senilai 50 miliar poundsterling, menarik kemarahan dari pemegang saham. 

Manajer dana Unilever Terry Smith secara blak-blakan berujar, pendiri Fundsmith dan salah satu pemegang saham utama Unilever, menggambarkan tawaran yang gagal itu sebagai “pengalaman hampir mati” dan mengatakan manajemen harus fokus pada peningkatan bisnis intinya atau memilih opsi mundur. 

Dia sebelumnya menyatakan bahwa Unilever telah “kehilangan plot”, menuduh manajemen mengejar keberlanjutan dengan mengorbankan kinerja bisnis. 

Saat kehebohan terjadi, Unilever meluncurkan pembaruan strategi pada 17 Januari lalu, yang mana mereka berjanji untuk mengembangkan bisnis kesehatan, kecantikan, dan kebersihannya. 

Ketika ditanya pada saat itu apakah rencana tersebut termasuk pemutusan hubungan kerja, Jope berkata, “Ini tidak didorong oleh biaya. Kami telah melihat peningkatan luar biasa dalam kecepatan dan kelincahan Unilever selama pandemi," (The Guardian/OL-7)

BERITA TERKAIT