24 January 2022, 19:13 WIB

Operasi Pasar Bahan Pangan Jaga Keterjangkauan Harga 


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara/Budi Candra Setya
 Antara/Budi Candra Setya
Ilustrasi operasi pasar bahan pangan

OPERASI pasar bahan pangan menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Itu bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan tetap terjangkau lantaran dalam beberapa waktu terakhir terjadi kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan. 

Setelah beberapa waktu lalu meninjau pelaksanaan kegiatan operasi pasar di Bali, Bogor, dan Surabaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pelaksanaan operasi pasar di Pasar Barek Motor Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (24/01). 

"Saya meninjau pasar kali ini, salah satunya untuk memastikan harga minyak goreng, dan saya lihat sendiri minyak goreng sudah dijual di harga Rp14 ribu. Juga harga beras dan gula pasir yang tergolong cukup murah," ujarnya dikutip dari siaran pers. 

Gelaran operasi pasar itu terselenggara atas kerja sama Kemenko Perekonomian, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Bulog, BNI, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kabupaten Bintan, PT Musim Mas, dan Pasar Mitra Tani. 

Baca juga : Wagub Pastikan Pasokan Minyak Goreng di Jakarta Aman

Adapun beberapa komoditas yang dijual dengan harga yang terjangkau pada kegiatan ini yakni beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, telur ayam ras, tepung sagu, daging ayam beku, dan gula pasir. Untuk komoditas bawang putih dijual Rp27 ribu/kg, lebih murah jika dibandingkan harga rata-rata per 24 Januari 2022 di Kepri yakni sebesar Rp29.850/kg (berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional). 

Dalam operasi pasar kali ini, Toko Tani Indonesia Center menyediakan komoditas berupa beras segar TTI 500kg, beras premium gurindam 500 kg, telur ayam  50 tray, bawang merah 50 kg, bawang putih 50 kg, kentang 30 kg, gula pasir curah 100 kg, cabai keriting merah 50 kg, cabai rawit hijau 10 kg, tepung sagu 50 kg, daging ayam beku 15 kg, dan bawang merah birma 15 kg. 

Sementara itu, Bulog menyediakan beras premium 1 ton, beras medium CBP 500 kg, minyak goreng 1.000 liter, gula 1 ton, daging kerbau 50 kg, dan tepung terigu 100kg. "Kita akan jaga suplainya supaya harganya tidak naik kembali. Kalau ada barang, harga tidak akan naik," terang Airlangga. (OL-7)

BERITA TERKAIT